“Aku Ingin”-Sapardi Djoko Damono – (Belajar pusisi)

Sebuah puisi karya Sapardi Djoko Damono.

Aku Ingin.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikanya abu
Aku ingin mecintaimu dengan sederhana:
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Sapardi Djoko Damono, (1989)

Saya memang bukan pelajar sastra, tapi saya mencoba mempelajari sebuah puisi ini awalnya karena tergelitik oleh banyaknya orang yang menyadur puisi yang satu ini, baik dalam undangan pernikahan, dalam film, pentas-pentas apresiasi seni ato dalam kesempatan-kesempatan lain.
Sepintas baca, buat saya yang nggak ngerti sastra : kata-katanya puitis! Setelah 2x baca dan berulang-ulang saya membacanya, saya jadi tergoda untuk memikirkan makna puisi ini. Saya jelas nggak tau apa maksud dari empunya sendiri, tapi menurut saya puisi ini mengesankan tentang keikhlasan, kasih tak sampai,  bahkan ke-egoisan dan ke-bego-an.
Dan saya mencoba menenggelamkan diri saya ke dalam puisi ini.
(Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:)

Seolah itu perlambang keikhlasan saya yang mencintai sesuatu ato seseorang tanpa mengharapkan pamrih ato balasan. Ya..pokoknya cinta. No matter who you are or what you are, i just love you and that’s it.
Saya rela memberikan hidup saya asal kamu, api, tetap menyala. Silahkan tinggalkan saya, wahai hujanku, temuilah bumi yang kau dambakan. I’ll be fine.
Saya akan bahagia jika kamu bahagia. Kamu nggak perlu merasa sedih dan menyesal karena telah menghancurkanku karena cintaku padamu.
Kemudian kalimat :

Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikanya abu
-
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Saya mencintai, tapi saya membiarkan diri saya yang mencintainya hancur di tangannya, seperti kayu yang terbakar oleh api hingga menjadi abu;  dan saya rela hilang musnah seperti awan ketika hujan turun menemui bumi dan membiarkan saya mengabur tanpa kabar;
Kenapa bego? Kenapa egois? Karena tanpa saya tau perasaan dia seperti apa dan dia entah tau apa nggak perasaan saya ke dia. Apakah dia bahagia dengan menyerahkan seluruh hidupnya untuk membakar saya jika saya kayu dan dia apinya? Ataukah dia merasa hancur melihat saya menjadi abu karena saya membiarkannya membakar saya tanpa pesan kata terucap dari saya, bahkan di saat terakhir? Apakah dia akan bahagia setelah saya hancur kemudian dia pun musnah?
Entahlah, setidaknya itu menurut saya.
Saya hanya mementingkan, yang penting aku cinta kamu, saya bahkan nggak peduli apakah setelah menjadi abu saya akan bahagia diterbangkan angin ataukah merasa hina saat bercampur debu jalanan, itu urusan balakangan, yang penting saya bisa memberikan seluruh hidup saya supaya sang api bisa menyala.
Kata “tak sempat diucapkan” itu memberikan suatu penyesalan tingkat tinggi karena saya telah menyia-nyiakan waktu saya yang tidak mengatakan apapun kepada api sebelum saya habis terbakar dan membuat kasih saya tak sampai. Karena ketika hujan sampai ke bumi dan menemui tanah itu artinya saya sudah terlambat.
====
Hehehehe.. penafsir amatirlah saya yang hanya mampu mengartikan sebatas kemampuan saya.
Saya pun ketika mencintai seseorang akan berlaku egois, karena saya akan berusaha bahagia dengan cinta saya. Saya sering nggak peduli apakah dia merasa bahagia berada di samping saya. Ya..kalo merasa nggak bahagia, kenapa masih di sini, bukankah itu salah satu indikasinya, isn’t it? hehe se-egois itulah cinta.
Egois juga ketika dia ingin meninggalkan saya dan saya keberatan dengan itu, saya ingin dia selalu bersama saya, segala perhatian hanya boleh dicurahkan untuk saya, that’s love.
Saya lebih menyukai kalimat, saya ingin bahagia bersama orang yang saya cintai.
Saya tidak suka kalimat, saya ingin dia bahagia bersama orang yang dia cintai meskipun itu bukan saya.
Cinta..
Suatu sensasi rasa yang kita harus cari sendiri maknanya, tidak bisa kita memaksakan rumus cinta dari orang lain, karena hati kita adalah milik kita sendiri, bukan orang lain (kecuali donor hati :p)
Kepada kekasihku, siapapun engkau yang akan membuatku bahagia, aku hanya ingin mencintaimu karena Alloh.

fatimah, 4 maret 2011

About imexplore

Im trying to exploring some things to explore. Sebatas kemampuanku menjelajahi dunia bersama hati dan fikiranku.
This entry was posted in Belajar Puisi, Kopi Hitam ku and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

12 Responses to “Aku Ingin”-Sapardi Djoko Damono – (Belajar pusisi)

  1. Mumun says:

    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana …..

    Wahai Hujanku temuilah Bumi yang kau dambakan…
    I will be FIne

    but I’m not so fine without you
    and I don’t know…
    Who are You here inside of my heart…
    hahahhahaa

  2. imexplore says:

    hahaha.. I do not so fine at all, you know?!
    Too hurt to be fine while see you see your earth,hey rain..

  3. joliequin says:

    Sapardi….lagu jaman AI dulu :D

  4. baluran and me says:

    dapurane kayak awamku ki tibake melo yo!
    lucu… :))

  5. Kayaknya kalo kuliah di teknik nggak ada mata kuliah apresiasi puisi deh… hehehe

    Nice… It’s all about giving, totally giving… Mungkin itu yang jadi kata tak terucapnya kayu ke api, isyarat tak tersampaikan dari awan ke hujan. Dan selanjutnya, sebagaimana kayu dan awan, api dan hujan pun menjalani laku cinta ‘sederhana’ yang sama, memberi untuk keberlanjutan hidup apapun yang membutuhkannya.

  6. izzatulfaqih says:

    dita koe duwe blog to, iki aku faqih, have u remember me, ???

  7. Vio Lie-Zee says:

    hahaha…
    nice, benar2 pemikiran dari diri sendiri.
    tapi bgus juga penafsiranny.
    ego.. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s