I wish i could scream out loud that i need you

Sepotong catatan yang tersimpan sejak 7 September 2010.

Seandainya kamu tau,aku sudah sangat lelah sendiri menjalani semua ini. Aku sudah muak dengan semuanya. Aku ingin sekali menyerah tapi aku tak mampu.

May i have one more guy for me, at least for a while, at least to push my self blame that i’ve make a mistake to fake you.

Oke, I’ve make a mistake, Im sorry.

Just tell me im not alone ‘coz i hate to be alone with no one but me. It’s killing me, you know that.

Jadi ini catatan pada tahun pertamaku merantau dari kampung kelahiranku, Jogja.
Sudah lupa waktu itu ada kejadian apa, tapi setelah ku periksa kembali media sosialku yang lain, catatan serupa (paling tidak se-tema) juga ada, bahkan beberapa. karena aku bukan tipe orang yang senang mengumbar kesedihan di medsos, jadi kurasa kejadian waktu itu cukup “sesuatu” bagiku.

Yang kuingat waktu-waktu itu aku cukup banyak traveling hingga tabungan habis. hahaha
entah sekedar ke dermaga kapal di desa belakang kantor atau ke pantai ujung kota ini, atau ke kebun kopi.

After all, jadi pengen upload, hehehe

fatimah, 8 September 2021

Posted in Kopi Hitam ku | Leave a comment

Sweet Mistakes | Please allow me to miss you

Nafasku masih saja bergetar saat mengingat senyum dan matamu.

More Galleries | Leave a comment

Sweet mistakes | Don’t come up like a cup of piccolo

No matter how good piccolo coffee tasted, my favourite coffee is black coffee, so do yours. It was an ordinary night, until you came and mess it out to broke. Aku benci caramu datang dan pergi begitu saja seolah kamu … Continue reading

More Galleries | Leave a comment

Sweet Mistakes |Trimakasih Untuk Pagi Ini

“Definisi bahagia itu apa?” tanyamu suatu kali “Bahagia? bagiku? ada kamu” jawabku “Hmmmm” “Bahagia itu ketika aku melakukan sesuatu tanpa beban yang bikin dadaku nyesek, dan aku lega karena melakukannya, membuatku tersenyum, kayak misalnya pas aku ngopi sendiri dan ketemu … Continue reading

More Galleries | Leave a comment

Sweet Mistakes | Selamat pagi pantai

Baru kemarin akhirnya aku menyadari bahwa kita sama-sama cinta pada pantai. Hanya saja kita tidak pernah punya kesempatan untuk duduk bersama di sana. Kau dengan pantaimu dan aku dengan pantaiku. Pantai yang sama, tapi waktu yang berbeda. Langkahmu terlalu cepat … Continue reading

More Galleries | Leave a comment

Pagiku kala itu

Akhir pekan adalah waktuku menikmati udara yang dipenuhi aroma kopi yang sedang disangrai. Ya, waktu itu aku masih tinggal di kost yang hanya beberapa rumah jaraknya dari dapur sangrai kopi milik seorang legenda kopi di kota ini, Cak Ri, begitu … Continue reading

More Galleries | Leave a comment

Untukmu yang kubenci datangmu di mimpiku

Beribu kata kuucapkan, memohon untuk bertemu. Trimakasih untuk TIDAK menemuiku. Karena sebenernya aku belum berani menemuimu lagi. Aku terlalu pengecut untuk menyadari ketiadaanmu lagi di hadapanku. Aku takut nggakbisa lepas lagi dari ketergantunganku padamu. Kuharap kamu tetap di sana, nggak … Continue reading

More Galleries | Leave a comment

Sebuah pelajaran yg sangat berharga kudapatkan dalam proses menulis kali ini. MENJAGA SEMANGAT. Berkali-kali kendala datang, ada yg sudah terprediksi seperti rasa malas, waktu yang disempat-sempat-in di sela kerja dan momong, ada juga kendala tidak terduga seperti yg baru aja … Continue reading

More Galleries | Leave a comment

PNS itu nggak keren

Suatu hari saya mengomentari postingan salah satu orang yg cukup ternama di dunia kopi jawa timur. Beliau pemilik kafe dan roastery terkenal. Waktu itu soal dia mau menambah tanaman peneduh untuk kafe nya supaya pengunjung bisa menikmati semacam perubahan iklim … Continue reading

More Galleries | Leave a comment

Gurat Keraguan Bumi pada Langit

Bumi yang selalu memandang pada langitnya.

Mengaguminya siang malam.

Mendambakan tetesan kehidupan di setiap rintikan hujannya.

Seolah penyampai rasa cinta yang dikirim Langit untuk Bumi.

Langit yang selalu berubah.

Memajang perhiasan tak ternilai harga.

Menyengat Bumi dengan terik mataharinya tanpa peduli Bumi mengering pecah.

Kemudian menghujani Bumi semakna duka lara.

Sedetik berlalu menampakkan pelangi penghibur fana.

Di cakrawala mereka berjumpa.

Memadu segala kerinduan.

Bumi menyentuhkan air ke langit dengan lautnya.

Dan Langit mempersembahkan pada Bumi perhiasan indah sebentuk matahari di kala senja.

Tak ku sangka Langit hari ini begitu kejam.

Dia memberi terik kemudian hujan.

Kemana rintik rinai yang kemarin kau beriku bersama secelah mentari?

Hingga Bumi pun tak dapat memandang pelangimu duhai Langit.

Dan ketika Bumi sadar betapa mahal sebuah harapan.

Bumi pun tak mampu ekspresi.

Semua terasa indah ketika pelangi melintang,

 

 

 

* 10 tahun lalu ketika kulihat pelangi terindah, bersamamu.

Posted in Uncategorized | Leave a comment