Gurat Keraguan Bumi pada Langit

Bumi yang selalu memandang pada langitnya.

Mengaguminya siang malam.

Mendambakan tetesan kehidupan di setiap rintikan hujannya.

Seolah penyampai rasa cinta yang dikirim Langit untuk Bumi.

Langit yang selalu berubah.

Memajang perhiasan tak ternilai harga.

Menyengat Bumi dengan terik mataharinya tanpa peduli Bumi mengering pecah.

Kemudian menghujani Bumi semakna duka lara.

Sedetik berlalu menampakkan pelangi penghibur fana.

Di cakrawala mereka berjumpa.

Memadu segala kerinduan.

Bumi menyentuhkan air ke langit dengan lautnya.

Dan Langit mempersembahkan pada Bumi perhiasan indah sebentuk matahari di kala senja.

Tak ku sangka Langit hari ini begitu kejam.

Dia memberi terik kemudian hujan.

Kemana rintik rinai yang kemarin kau beriku bersama secelah mentari?

Hingga Bumi pun tak dapat memandang pelangimu duhai Langit.

Dan ketika Bumi sadar betapa mahal sebuah harapan.

Bumi pun tak mampu ekspresi.

Semua terasa indah ketika pelangi melintang,

 

 

 

* 10 tahun lalu ketika kulihat pelangi terindah, bersamamu.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Menari Dalam Puisimu

Pada sebuah lantunan rangkaian kata kau bawa ku menari.

Tanpa peduli badai dan hujan mengiringi gerak kita.

Dalam pendopo itu hanya ada aku dan kamu.

Di sana lah kita melepas rindu

Suatu sore yang mendung kamu datang dengan wajah berbinar seolah kamu baru aja menang lotere semilyar.

Jogjakarta, Mei, 2010.

15843607450560.5223118736556206

 

Hampir sepuluh tahun lalu kutulis ini tentangmu. Aku lupa kenapa dan apa yang terjadi waktu itu. Aku hanya ingat bahwa sore itu aku senang sekali bertemu denganmu.

Sore ini kubuka kembali catatan lamaku dan menemukan ini. Would you be kind to help me describe what was happened that day? Pendopo mana? Apa yang mau kau sampaikan? Kenapa kamu terlihat sangat bahagia?

Years after that day, now, i don’t mean to be rude to not remember about that day. Aku hanya sangat merindukanmu tapi aku sangat sulit mengingat semuanya. Bagai kaleidoskop yang berkelebat sepotong demi sepotong menghampiri ingatanku tapi tetap saja hanya potongan kenangan. Aku sudah nggak mampu menggabungkan potongan-potongan itu, tapi aku juga belum mampu menghapus semuanya. Tidak mudah.

Tidak mudah bagiku, entah bagimu.

 

Fatimah, 16 Maret 2020

Posted in Uncategorized | Leave a comment

COFFEE TRIP TO TEMANGGUNG

Weekend terakhir bulan November 2019 lalu saya dan beberapa teman melakukan perjalanan ke kebun kopi milik sahabat saya di Temanggung. Perjalanan yang sudah cukup lama tidak saya lakukan, jalan-jalan ke kebun kopi. Dan kalo beberapa waktu sebelumnya saya selalu bersama … Continue reading

Gallery | Leave a comment

Coffee Latte

  Siang panas yang berangin. Berharap beban di pikiran menguap dan tertiup angin. Pundak Emily terasa ngilu berhari-hari menggotong laptop besar ini. “I need a break” Emily menggumam. HPnya berdering berkali-kali seandainya bisa dia hiraukan sehari ini saja. Emily merasa … Continue reading

Gallery | Leave a comment

Hey !

Oh Hey ! There are some times that i really really feel annoyed and disturbed by these fuckin’ people. And all i wanna do is just to skip them away from my life and get the fuck outta here to … Continue reading

Gallery | Leave a comment

Sweet Mistake | Brew me a cup of coffee, please

Sore seperti biasanya Emily pergi ke kedai kopi langganannya, hari itu dia sedang sangat santai, semua berjalan begitu mulus, seperti yang dia mau. Dan dia mau menutup hari itu dengan secangkir kopi susu kesukaannya. Di kedai itu ada empat penyeduh … Continue reading

Gallery | Leave a comment

Sweet Mistakes |Lost

It happened again. Aku seharusnya sudah tau sejak awal. Terlalu sering ngopi berdua denganku bisa bikin baper. Been there, for times. But what can i do? I actually can’t refuse it. It wasn’t my fault if you finally that in … Continue reading

Gallery | Leave a comment