Sweet mistakes | Don’t come up like a cup of piccolo

No matter how good piccolo coffee tasted, my favourite coffee is black coffee, so do yours. It was an ordinary night, until you came and mess it out to broke. Aku benci caramu datang dan pergi begitu saja seolah kamu … Continue reading

Gallery | Leave a comment

Sweet Mistakes |Trimakasih Untuk Pagi Ini

“Definisi bahagia itu apa?” tanyamu suatu kali “Bahagia? bagiku? ada kamu” jawabku “Hmmmm” “Bahagia itu ketika aku melakukan sesuatu tanpa beban yang bikin dadaku nyesek, dan aku lega karena melakukannya, membuatku tersenyum, kayak misalnya pas aku ngopi sendiri dan ketemu … Continue reading

Gallery | Leave a comment

Sweet Mistakes | Selamat pagi pantai

Baru kemarin akhirnya aku menyadari bahwa kita sama-sama cinta pada pantai. Hanya saja kita tidak pernah punya kesempatan untuk duduk bersama di sana. Kau dengan pantaimu dan aku dengan pantaiku. Pantai yang sama, tapi waktu yang berbeda. Langkahmu terlalu cepat … Continue reading

Gallery | Leave a comment

Pagiku kala itu

Akhir pekan adalah waktuku menikmati udara yang dipenuhi aroma kopi yang sedang disangrai. Ya, waktu itu aku masih tinggal di kost yang hanya beberapa rumah jaraknya dari dapur sangrai kopi milik seorang legenda kopi di kota ini, Cak Ri, begitu … Continue reading

Gallery | Leave a comment

Untukmu yang kubenci datangmu di mimpiku

Beribu kata kuucapkan, memohon untuk bertemu. Trimakasih untuk TIDAK menemuiku. Karena sebenernya aku belum berani menemuimu lagi. Aku terlalu pengecut untuk menyadari ketiadaanmu lagi di hadapanku. Aku takut nggakbisa lepas lagi dari ketergantunganku padamu. Kuharap kamu tetap di sana, nggak … Continue reading

Gallery | Leave a comment

Sebuah pelajaran yg sangat berharga kudapatkan dalam proses menulis kali ini. MENJAGA SEMANGAT. Berkali-kali kendala datang, ada yg sudah terprediksi seperti rasa malas, waktu yang disempat-sempat-in di sela kerja dan momong, ada juga kendala tidak terduga seperti yg baru aja … Continue reading

Gallery | Leave a comment

PNS itu nggak keren

Suatu hari saya mengomentari postingan salah satu orang yg cukup ternama di dunia kopi jawa timur. Beliau pemilik kafe dan roastery terkenal. Waktu itu soal dia mau menambah tanaman peneduh untuk kafe nya supaya pengunjung bisa menikmati semacam perubahan iklim … Continue reading

Gallery | Leave a comment

Gurat Keraguan Bumi pada Langit

Bumi yang selalu memandang pada langitnya.

Mengaguminya siang malam.

Mendambakan tetesan kehidupan di setiap rintikan hujannya.

Seolah penyampai rasa cinta yang dikirim Langit untuk Bumi.

Langit yang selalu berubah.

Memajang perhiasan tak ternilai harga.

Menyengat Bumi dengan terik mataharinya tanpa peduli Bumi mengering pecah.

Kemudian menghujani Bumi semakna duka lara.

Sedetik berlalu menampakkan pelangi penghibur fana.

Di cakrawala mereka berjumpa.

Memadu segala kerinduan.

Bumi menyentuhkan air ke langit dengan lautnya.

Dan Langit mempersembahkan pada Bumi perhiasan indah sebentuk matahari di kala senja.

Tak ku sangka Langit hari ini begitu kejam.

Dia memberi terik kemudian hujan.

Kemana rintik rinai yang kemarin kau beriku bersama secelah mentari?

Hingga Bumi pun tak dapat memandang pelangimu duhai Langit.

Dan ketika Bumi sadar betapa mahal sebuah harapan.

Bumi pun tak mampu ekspresi.

Semua terasa indah ketika pelangi melintang,

 

 

 

* 10 tahun lalu ketika kulihat pelangi terindah, bersamamu.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Menari Dalam Puisimu

Pada sebuah lantunan rangkaian kata kau bawa ku menari.

Tanpa peduli badai dan hujan mengiringi gerak kita.

Dalam pendopo itu hanya ada aku dan kamu.

Di sana lah kita melepas rindu

Suatu sore yang mendung kamu datang dengan wajah berbinar seolah kamu baru aja menang lotere semilyar.

Jogjakarta, Mei, 2010.

15843607450560.5223118736556206

 

Hampir sepuluh tahun lalu kutulis ini tentangmu. Aku lupa kenapa dan apa yang terjadi waktu itu. Aku hanya ingat bahwa sore itu aku senang sekali bertemu denganmu.

Sore ini kubuka kembali catatan lamaku dan menemukan ini. Would you be kind to help me describe what was happened that day? Pendopo mana? Apa yang mau kau sampaikan? Kenapa kamu terlihat sangat bahagia?

Years after that day, now, i don’t mean to be rude to not remember about that day. Aku hanya sangat merindukanmu tapi aku sangat sulit mengingat semuanya. Bagai kaleidoskop yang berkelebat sepotong demi sepotong menghampiri ingatanku tapi tetap saja hanya potongan kenangan. Aku sudah nggak mampu menggabungkan potongan-potongan itu, tapi aku juga belum mampu menghapus semuanya. Tidak mudah.

Tidak mudah bagiku, entah bagimu.

 

Fatimah, 16 Maret 2020

Posted in Uncategorized | Leave a comment

COFFEE TRIP TO TEMANGGUNG

Weekend terakhir bulan November 2019 lalu saya dan beberapa teman melakukan perjalanan ke kebun kopi milik sahabat saya di Temanggung. Perjalanan yang sudah cukup lama tidak saya lakukan, jalan-jalan ke kebun kopi. Dan kalo beberapa waktu sebelumnya saya selalu bersama … Continue reading

Gallery | Leave a comment