Mondokaki

Tabernaemontana coronaria

Mondokaki

Nama latin nya Taberneamontana coronaria**. Tanaman ini termasuk dalam jenis tumbuhan perdu yang hidup di dataran rendah. Tingginya bisa mencapai 3 meter. Batang berbentuk bulat dan bergetah putih. Daunnya tunggal berbentuk lonjong/oval dengan ujungnya meruncing lancip. Sisi atas daunnya mengkilap, tulang daun menyirip, panjang 6-15 cm, lebar 2-4 cm, warnanya hijau. Tangkai bunga muncul dari ketiak daun, 1 atau sepasang, pendek dengan beberapa bunga. Bunganya berwarna putih dengan bagian dalamnya berwarna kuning dan sangat harum, biasanya double, diameter 5 cm. Buahnya buah kotak, bulat panjang, berbulu. Biji berdaging, berselaput, warnanya merah. Tanaman ini mempunyai akar tunggang, bentuknya silindrik, diameter 1-5 cm, warnanya kuning, permukaan luar bergabus tipis dan tidak mudah terkelupas. Perbanyakan dengan stek atau cangkok.

Khasiat :
Daun:
– Bisul.
– Batuk berdahak.
– Radang kelenjar payudara.
– Digigit anjing gila.
– Tekanan darah tinggi (hipertensi)
– Terkilir.

Getah daun:
– Radang mata, kekerdhan kornea.
– Mencegah timbulnya radang pada luka.

Akar:
– Tenggorokan bengkak dan sakit, batuk.
– Tulang patah (fraktur), sakit gigi.
– Cacing keremi.
– Diare.
– Gigitan binatang berbisa seperti kalajengking.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 15-25 g, direbus
Pemakaian luar: Daun secukupnya dilumatkan, dipakai untuk menurap radang kulit, radang payudara, luka, dan bisul.

CARA PEMAKAIAN:
1. Diare:
10-15 g akar,dicuci lalu dipotong tipis-tipis, direbus dengan 3 gelas
air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu
diminum sedikit-sedikit.

2. Sakit gigi:
Akar secukupnya dicuci bersih lalu dikunyah dengan gigi yang sakit.

3. Sakit mata, radang kulit dan luka:
Daun secukupnya dicuci bersih bilas dengan air matang Ialu
ditumbuk halus. Air perasannya dapat menyejukkan bila diteteskan
pada mata yang sakit atau dioleskan pada radang kulit dan luka.

4. Cacing keremi:
4 jari akar mondokaki dicuci dan dipotong-potong seperlunya, rebus
dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin
disaring, dibagi untuk 2 kali minum, habis dalam sehari.

5. Trachoma (radang mata kronis):
3/4 jari akar mondokaki, 1/3 genggam daun saga, daun sena dan
daun tempuh wiyang masing-masing 1/4 genggam, 1/2 jari kayu
secang, 3/4 jari kulit mesoyi, 3/4 jari kulit kayu seriawan, dicuci
dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih
sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, airnya untuk
merambang mata yang sakit. Lakukan 3 kali sehari.

6. Batuk:
15 lembar daun dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai
tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan air gula
seperlunya. Bagi untuk 3 kali minum, habis dalam sehari.

7. Radang payudara:
20 lembar daun dicuci lalu ditumbuk halus, remas dengan 2 sendok
makan air garam. Ramuan ini dipakai untuk menurap payudara yang
sakit, lalu dibebat. Lakukan 2 kali sehari.

8. Radang kulit bernanah:
Bunga segar secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus.
Tambahkan sedikit minyak kelapa, aduk sampai merata. Ramuan ini
dipakai untuk menurap kulit yang meradang.

Sumber informasi tambahan :

http://www.iptek.net.id dan berbagai sumber

About imexplore

Im trying to exploring some things to explore. Sebatas kemampuanku menjelajahi dunia bersama hati dan fikiranku.
This entry was posted in Perpustakaan Alam, Taman Bunga, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s