Impian dalam mimpiku

Kamu masih inget nggak kejadian malam itu? Semua gelap dan hujan. Aku, Kamu dan beberapa temen kita lagi di pantai, entah pantai mana aku juga nggak inget. Ada dermaga dan beberapa rumah pantai disana. Aku yang udah basah kuyup terus berusaha mencari temen-temen kita yang nggaktau ngilang kemana selama badai tadi sampai akhirnya aku ketemu sama kamu.

Aku :”Anak-anak yang laen kemana Vick?” tanyaku ketika kita berpapasan.
Kamu :”Aku juga nggak tau, dari tadi aku nyari-nyari nggak ketemu” jawabmu.”Kamu basah semua gini,mending neduh situ dulu aja gih” katamu sambil menunjuk ke sisa atap salah satu rumah pantai yang tersambar angin.
Aku :”Nggakpapa kok, ntar aja, aku masih mau nyari anak-anak, takut mereka kenapa-napa lagi, gimanapun juga kan kita paling tua diantara mereka, semua orang pasti nganggep kita yang paling tanggung jawab dengan kondisi kita semua”.
Kamu :”Bisa nggak sih nggak usah mikirin anggepan orang lain?”
Aku :”Nggak bisa!”sergahku.
Kamu :”Kamu tu ya!!”katamu sedikit keras sambil menarik tanganku ke tempat berteduh. Yang kurasakan tanganmu begitu hangat. Sambil aku berkata dalam hati ‘i wish i could having you like this as much as i want’
Aku :”Udah deh..i’m fine, aku lebih kuatir sama anak-anak, liat sendiri kan tadi badainya kenceng banget.”

Sepersekian detik, bahkan aku belum sempet nyelesein satu tarikan nafasku tiba-tiba aku udah ada dalam pelukanmu. ‘Shit! Did you trying to kill me,Sir?’ umpatku dalam hati.
Dan kurasakan sekujur tubuhku menghangat dan jantungku serasa mau loncat dan menari dibawah badai malam itu.
Angel dalam hatiku berbisik ‘Apa-apan ni kalian?!’
Tapi Devil dengan senyum demitnya rupanya berteriak di samping kupingku keras sekali ‘Yeah yeah yeah…just enjoy the nite young fellas’
Angel yang geram menamparku dan berteriak di depan hidungku ‘Hey you idiot! Whaddahell are you thinkin’ about? You’ve got some fuckin’ one waiting out there’ meski di kepalaku berputar-putar pertanyaan, sejak kapan Angel pandai mengumpat???akhirnya aku meng-amin-i tamparan si Angel.

Aku :”Ah..Vick lepasin aaah, apaan sih kayak gini!” batinku,’Don’t let me go, please…I’m so scared’
Kamu :”Bisa diem nggak?”sambil memper-erat pelukanmu hingga kurasakan hangatnya hembusan nafasmu di rambutku yang basah kuyup, begitu erat hingga aku yakin kamu bisa mendengarkan serangan meriam di dalam dadaku, bahkan kurasakan gemuruhnya lebih dahsyat dari badai tadi.
Dan kulihat Devil sedang memegang kedua tangan Angel dan membungkam mulutnya hingga tak ku dengar lagi teriakannya.
Yang kurasakan hanya nyaman dan tenang. Hingga segemuruh petir menyadarkan anganku kembali ke dunia nyata.
Aku, sambil berusaha lepas dari pelukanmu:”Aku mau nyari anak-anak ya, i’m deadly worry ’bout them, mana tau mereka tadi bawa raincoat apa nggak.”
Kamu :”Iya, kita bakal cari mereka tapi tunggu sampe badanmu agak kering dulu, habis itu kita cari sama-sama, okey?!”; ‘Owhh shit, get your eyes off of me my, please..you make me freak’

Petir kembali menyambar, tapi kali ini lebih keras hingga kilatnya menyambar sebuah pohon di dekat rumah paling luar. Ombak kembali bergejolak lebih tinggi hingga deburannya menggetarkan bumi dimana kita berada saat itu. Dan aku menjerit sejadinya sambil membenamkan wajahku ke dalam dadamu, bisa kurasakan bahu mu yang kurus itu begitu kokoh menahan hentakanku. ‘Terbuat dari apa orang ini?’aku bertanya-tanya sendiri.
Dengan senyum merdeka sedikit meledek kamu bilang :”Katanya mau nyari anak-anak?kok malah ngumpet?”
Aku :”Nggak jadi, aku pilih pingsan aja deh.” sambil masih nyungsep dalam pelukanmu.
Kamu :”Hahahahaha…Yaudah pingsan aja, aku mau nyari anak-anak dulu ya.”
Aku :”Udah deh, nggak usah ngledek..!”kali ini tanganku sudah melingkari badanmu, ‘kurus sekali orang ini’ batinku.
Kamu :”Kalo kamu takut, tinggal kamu teriak aja, aku pasti dateng.”
Aku langsung teriak :”VICKTOR AKU TAKUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUTTT…!!!”
Tiba-tiba kamu bungkam mulutku, membuat jantungku berhenti berdetak, pipiku terbakar dan mataku terbelalak sejadinya karena rupanya matamu lah yang ada beberapa milimeter di depan mataku. Yes, you’ve got my lips done shut, young man, tanpa aku bisa menolak atau menerima kejadian itu. Aku bener-bener beku, You know?!
Seketika matahari bersinar cerah di dalam hatiku membuatku hangat dan tenang. Aku bahkan udah nggak denger lagi suara petir itu masih pada saut-saut-an apa udah diem. Soooooo quite n comfy.
Beberapa detik tapi tak kurasakan bibir kering bekas rokokmu, lembut sekali; ‘heh, kamu pake lip balm ya?’tanya ku dalam hati.
Aku :”Are you nut? Mau bikin aku mati jantungan?”
Kamu :”Tapi sekarang udah tenang kan?nggak takut lagi kan?”
Aku :”Sok tau kamu!”
Kamu :”Masih takut nggak?!”katamu ngotot.
Aku :”Jangan gini dong, please…kita kan sama-sama tau aku nggakbisa karena aku punya cowok.”
Kamu :”Ya trus kenapa kalo kamu punya cowok? Brarti kalo kamu nggak punya cowok kamu bisa dong?!”
Aku :”Kamu gila..!”
Kamu :”Kalo aku gila, trus kamu apa?penakut?”;”Aku cuma tau kalo aku cinta sama kamu, aku nggak minta kamu terima semua perasaanku, tapi kamu juga nggak berhak nglarang aku cinta sama kamu.” Wajahmu kliatan jadi tambah serius, santai dong…jadi ngeri nih..

Aku cuma bisa memelukmu semakin erat sambil ku katakan kalo “Aku memang penakut, yes i do, and  i do hate to be alone, aku takut kehilangan kamu dan dia kekasihku; I am a coward, are you happy now?!”
Ingin sekali aku menangis dan berlari sekuat tenaga hingga aku nggak akan melihatmu di depan hidungku lagi. Tapi aku hanya bisa terdiam sambil menunduk “Tolong jangan pojokin aku kayak gini, aku nggak bakal bisa.”

Kamu :”Yaudah, nggakusah dipikirin lagi, kita cari anak-anak yok, come on..” Katamu seolah nggak pernah terjadi apa-apa, seolah kamu nggaktau yang kena badai itu nggak cuma pantai ini, tapi juga hatiku.

Dari kejauhan gelap malam yang diterangi cahaya kilatan petir yang menyambar samar-samar kulihat beberapa temen kita berlarian menuju arah kita sambil mengenakan raincoat dan membawakan selimut kering buat kita.

Aku :”Vick, ternyata kita yang terdampar, ternyata kita yang ilang, bukan mereka.”
Dan kamu cuma membalas dengan senyum sambil melepas genggaman tanganmu demi aku bisa menyambut temen-temen kita.

Dan ketika aku membuka mata.  Aku mencari ke semua sudut ruangan tapi nggak ada kamu di sana. Hanya layar komputerku yang masih menyala.
Ingatkah kamu semua kejadian itu?Do  you remember it all?
Kejadian di mimpiku itu lho..inget nggak???

 

fatimah, 1 Februari 2011, 6.30pm.

About imexplore

Im trying to exploring some things to explore. Sebatas kemampuanku menjelajahi dunia bersama hati dan fikiranku.
This entry was posted in belajar cerpen, Kopi Hitam ku and tagged , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Impian dalam mimpiku

  1. Mumun says:

    klebesssss…….

    hahahhaha

  2. imexplore says:

    sudah layak baca kah Mun?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s