Sate Klathak

Setiap orang mungkin punya selera makan dan tempat makan favorit yang tidak sama. Seperti saya dan teman-teman saya yang suka sekali makan daging kambing dalam banyak versi masakan, Thengkleng, Sate Klathak, Nasi Goreng Kambing, Gulai dan Tongseng, Sate Buntel, dan saya yakin masih banyak lagi variasi masakan berbahan dasar daging kambing.

Sate Klathak menurut saya adalah rasa original daging kambing, sekambing-kambingnya, kambing banget gitu lhoh… Hanya berbumbu garam saja. Tanpa kecap, tanpa santan, tanpa bumbu lainnya. Dan cara mengolahnya pun hanya dibakar saja? Adakah cara mengolah daging yang lebih mantab selain di bakar??? i doubt it.. Dengan tusukan ruji/besi roda sepeda onthel, mungkin itu yang membuat dagingnya bisa empuk inuk. Itulah khas nya sate klathak, bertusuk ruji, berbumbu garam. That’s it..!

Sate Klathak biasa dimakan bersama nasi putih dan kuah gule (kalo suka) dan disandingkan mesra dengan teh tubruk gula batu hangat. Mmmmhhh… so nyamleng..

Salah satu warung Sate Klathak langganan kami (saya dan teman-teman) adalah Warung Sate Klathak Pak Pong. Ada dua warung, yang pertama di Jl. Imogiri Timur, Jejeran, Pleret Bantul; persisnya sebelah kiri jalan setelah POM Bensin Jejeran. Satu lagi lokasi nya nggak jauh dari warung pertama. Hanya satu belokan ke kanan di traffic light terdekat, sebelah kanan jalan., sebelum stadion Senopati yang ada arena pacuan kuda nya. Di sini tempatnya lebih luas dan area parkir yang lebih luas juga. Tapi jangan tanya, antreannya juga gak kalah lama, sama-sama rame jadi sama lama nya.

Ada lagi yang juga terkenal, Warung Sate Bu Djazim, kalo nggak salah ada sekitar 5 warung. Satu di area Fish Market Jogja, Jl. Tegalturi, Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta;  Satu di Jl. Brigdjend Katamso, area food court Purawisata (Waroeng Tempo Doeloe); Dan ada seingat saya (kalo salah ya maap) ada 3 warung di Jl. Imogiri Timur, berdekatan dengan lokasi Warung Pak Pong.

Daerah Jejeran memang semacam sentra warung sate. Seperti Yangko yang khas dari Kotagede. Seperti Gudheg yang khas dari Widjilan. Seperti Bakpia khas Pathoek. Seperti Kasongan yang khas dengan kerajinan gerabah nya. Ya seperti itulah Jejeran. Di kiri kanan jalan kita bisa milih warung mana yang menurut kita sip dan mantab untuk disantab.

Tapi bagi saya, suasana paling pas untuk menikmati sate klathak adalah bersama keluarga ato teman (bukan sendirian), malam hari, di dalam pasar Jejeran. Sambil menunggu sate dibakar, kita bisa menikmati teh hangat gula batu yang disajikan dengan poci ato “cinthoeng” yang bentuknya seperti mug berbahan logam, biasanya motif doreng warna ijo ato krem polos. bweuhh.. itu bener-bener suasana yang special bagi saya.

Pasar Jejeran pagi adalah pasar tradisional seperti kebanyakan pasar. Tapi begitu sore tiba, pasar ini di sulap menjadi area sate court,hehe.. berjajar-jajar warung sate, lesehan di los-los pasar. Nikmat sekali…

Tapi saya kehilangan warung langganan saya, pasca gempa besar jogja dulu, pasar sempat roboh dan di renovasi, kemudian saya kehilangan jejak nya. sudah saya coba beberapa warung, tetep belum saya temukan warung saya itu. Silly me, kenapa dulu nggak minta nomer hape pak sate nya ya???huh..!!

Tapi saya sudah menemukan warung yang bisa menyajikan sate klathak se-enak warung yang dulu. Warung itu hanya kecil, nggak bernama, posisi nya di pojok paling barat paling utara di dalam pasar. Tapi bakarannya empuk, dan garamnya pas sekali.

Warung- warung itu biasanya sudah buka mulai siang, tapi lesehan dalam pasar itu baru buka sore sekitar jam 4 ato 5 an, saya kurang yakin karena saya biasanya malam ke sana sepulang kerja.

Mereka biasanya juga menyajikan menu bukan hanya sate klathak saja. Ada Tongseng, Gule, Nasgor, Thengkleng, Sate biasa dan tentu saja Sate klathak. Isi tusukannya pun bisa milih, mau daging ato hati. Selagi gigi masih kuat, daging lebih saya rekomendasikan. Tapi kembali lagi itu ke selera masing-masing, right?!

Sate Klathak

Saat itu kami lupa memotret menu terlebih dahulu, dan baru sadar ada kamera di tas setelah semua ludes des des…

Sepulang kerja, masih dengan tampang PC, kami melahap apa yang tersaji😀

Sate Klathak, bagi saya adalah “hanya antara aku dan kambing” hahaha..

Enjoy Jogja, Enjoy Sate Klathak..

fatimah.

About imexplore

Im trying to exploring some things to explore. Sebatas kemampuanku menjelajahi dunia bersama hati dan fikiranku.
Gallery | This entry was posted in Dapur Umum, Peta Kuliner Jogja and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Sate Klathak

  1. imam says:

    Kenapa sih dinamain klathak? Gimana awal mula itu tusukan pakenya jeruji, bukan tusuk konde misalnya? hehehe… Trus, tau nggak kira2 sejak kapan Jejeran jd sentranya klathak?

    Kalo soal rasa, sate klathak di lidahku sih biasa aja… tp aku g akan nolak klo diajak ke sana… hehehe

    • imexplore says:

      haha..ngerjain ni pertanyaannya..
      Kenapa gak pake tusuk konde?karena udah dipake mbok-mbok bakul pasar jejeran pagi :p
      Tapi menarik juga, kapan2 aku tanya deh sama pak sate nya. termasuk sejak kapan Jejeran mulai jd sentra klathak, knapa dinamain klathak bukan kluthik :p

      Soal rasa, kan udah ku bilang, kalo itu masalah selera masing-masing😉
      dan aku gak akan nolak kalo ditraktir di sana😀

    • ho’o mam,.. saya yang pertama makan sate klathak juga memendam pertanyaan kenapa kok dinamain klahtak?.. trus kenapa pake ruji sepeda?..

      rasa biasa tapi rame2nya bikin luar biasa,.., tur yo murah,..

  2. Mumun says:

    Saya Merasa terpanggil, hehehe
    kapan yow….

  3. maryanto says:

    tak tambahi mbak, gudangan mentah “mak Ijah” mantep tenan (made by order)

  4. imexplore says:

    Yang lagi di jogja, yang masih di jogja, yang mau ke jogja, jangan lewatin menu satu ini, apalagi makannya rame-rame, pilih warung lesehan yg di dalem pasar nya, jyannn jogja tenan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s