Cinta Mbak Weny

Gadis cantik asal Jawa tengah itu biasa dipanggil mbak Weny. Perawakannya tinggi berkulit bersih dan senyum yang selalu tersungging di bibirnya membuatnya mendapat jutaan cinta dan air mata.

Weny belia sudah hidup mandiri di kota pelajar Jogja dengan kuliah sekaligus bekerja di salah satu hotel megah di Jogja sebagai waitress restoran VVIP class. Akar keluarganya yang memang sudah kaya rupanya tertampil jelas dalam selera hidup dan kehidupannya.

Keramahan, keceriaan dan keelokan pribadinya membuat banyak lelaki melirik tertarik padanya. Salah satu nya Rico yang masih tetangganya di Jawa tengah dan mereka sama-sama menimba ilmu di Jogja. Tapi Weny remaja masih sedang ingin menikmati masa remajanya sedangkan Rico yang usianya terpaut cukup jauh ingin segera meminangnya sebagai istri.

Rico berasal dari keluarga kaya raya, dia pintar dan pria yang baik. Karena merasa Rico tidak setampan pria-pria pemujanya, Weny menolak mentah-mentah lamaran Rico dan kembali bersenang-senang dengan hidupnya.

Beberapa bulan kemudian Rico menikah dengan Sekar kakak perempuan Weny. Mereka terlihat sangat bahagia karena Sekar adalah wanita yang sederhana meskipun keluarganya melimpahinya dengan segala fasilitas. Setahun kemudian kebahagiaan mereka bertambah dan bertambah karena Sekar melahirkan anak pertama mereka dan usaha Rico mulai berkembang sangat pesat. Mereka menjelma menjadi keluarga muda yang bahagia dan sukses.

Weny yang mulai terhanyut dalam kehidupan bebasnya dan menjadi semakin liar dan lepas kendali. Weny hamil dan akhirnya menikah dengan pria yang dicintainya. Pria tampan itu bernama Reza, seorang pengusaha muda salah satu pelanggan di restoran VVIP tempat Weny bekerja.

Kehidupan Weny terlihat bagaikan seorang putri dongeng bersanding dengan pangeran muda tampan yang sukses. Tanpa ada seorangpun yang tau di dalam rumahnya dia sering menerima perlakuan fisik yang kasar dari suaminya. Suaminya menderita kelainan sex yang menyukai kekerasan dalam kehidupan sex nya. Weny yang saat itu sedang mengandung 8 bulan harus mau dan terika dipukul, di injak, digampar, dijambak, dicambuk, membayangkan saja mungkin kita nggak akan sanggup. Tapi karena cintanya pada lelaki itu, Weny menerima itu dengan rela cinta. Meskipun dia harus berdandan ekstra tebal jika dia keluar rumah untuk menutupi lebam-lebam di wajahnya, dia tetap tersenyum.

Itulah Weny, dia akan melakukan apapun untuk terlihat sempurna.

Anak laki-laki pertama Weny lahir dan kebahagiaannya semakin bertambah karena suaminya memanjakannya secara harta dan kemewahan. Penampilannya seperti istri muda pejabat, selalu cantik dan sempurna. Suaminya sangat mencintai Weny namun tetap dia tidak bisa menghilangkan kebiasaan kasarnya saat mereka berhubungan.

Setahun kemudian Weny hamil dan melahirkan anak laki-laki kedua mereka. Dan suaminya masih terus saja dengan tabiat kasarnya. Namun Weny bertahan karena dia tidak mau kehilangan kemewahan yang telah dia punya. Di sudut hati nya dia merasa miris ketika kakaknya Sekar dan suaminya Rico dan anaknya Jerry berkunjung. Melihat keharmonisan keluarga kakaknya yang tampak sangat bahagia itu Weny merasa sedih dan mulai menyesal karena telah menyia-nyiakan pria sebaik Rico.

Rico tampak sangat berbeda, dia terlihat dewasa, berwibawa, bersih dan terutama sangat lembut pada istri dan anaknya. Weny mulai membandingkan reza dengan Rico yang mereka sangat berbeda dalam sikap dan sifat. hal itu sering sekali memunculkan pertengakarn dalam rumahtangga Weny dan Reza.

Meski Weny tahu akibatnya jika mereka sudah bertengkar, pasti besok pagi seluruh tubuhnya akan biru lebam dan tulangnya serasa lepas, namun Weny sepertinya tidak peduli. Entah sakit hati atau dia mulai menikmati kekasaran suaminya, hanya dia dan Tuhannya yang tahu.

Ketika anak keduanya memasuki Sekolah Dasar, Weny hamil lagi dan anak ketiganya lagi-lagi lelaki. Weny yang terus-menerus mengeluh menginginkan anak perempuan membuat suaminya selalu marah dan selalu berbuat kasar dan lebih kasar kepada Weny.

Ketika anak pertama mereka berumur 11 tahun, mereka bercerai karena Weny ketahuan selingkuh dengan seorang pria keturunan indo-jerman yang memperlakukannya dengan sangat lembut, sangat berbeda dengan suaminya reza. Bagaikan Weny menemukan oase di padang pasir ketika suaminya menggugat cerai Weny menanggapinya dengan ringan cenderung senang karena dia akan segera dapat bersanding pria pujaan barunya. Dia rela berpisah dengan ketiga anaknya karena hak asuh jatuh ke tangan Reza.

Ada sebuah perjanjian dalam perceraian mereka. Weny boleh mengunjungi anak-anaknya di saat Reza tidak ditempat karena Reza benar-benar tidak ingin melihat lagi wajah Weny di depannya, itu membuatnya sangat marah. Weny juga harus berbagi tanggung jawab keuangan atas biaya hidup dan sekolah anak-anaknya. Weny boleh mengajak anak-anaknya pergi asal tidak terlihat oleh Reza dan anak-anak sudah harus kembali berada di rumah ketika Reza pulang.

Weny bekerja sangat keras untuk memenuhi semua tanggung jawab finansial untuk anaknya dan menghidupi kehidupannya bersama pria barunya William. Dia menjual semua perhiasannya untuk membuka sebuah kafe kecil di seputaran daerah malioboro dan memodali William berbisnis furniture eksport. Namun ternyata William punya tabiat yang baru diketahui Weny ketika mereka hidup bersama, tidak menikah. William suka mabuk dan judi. Uang hasil kerjanya selalu dihabiskan di meja judi plus hutang-hutang judi William yang semakin menggunung hingga ratusan juta dan Weny lah yang harus membayarnya. Weny melakukan itu semua demi cintanya pada William yang telah menanamkan benih cinta di dalam rahimnya.

Tidak satupun keluarga Weny mengetahui tentang kehidupan Weny yang seperti itu sampai ketika dia melahirkan pun tidak ada keluarganya yang mengetahui itu. Anak keempat Weny laki-laki. Weny yang sangat menginginkan anak perempuan seolah ingin menolak bayi manis itu. Tiga kali dia mencoba menggugurkan kehamilannya namun rupanya janin itu begitu kuat, tidak selemah dua janin sebelumnya yang telah dia gugurkan karena William tidak menginginkananak dalam hubungan mereka.

Joni lahir sehat tanpa cacat apapun, air mata Weny kembali mengalir antara bahagia melahirkan dan sedih karena harus memilih antara Joni bayinya atau William pria pujaannya.

Dona, seorang waitress di kafe tetangganya yang sering mendengarkan curahan hatinya merasa iba dan teriris hati keibuannya. Dona dan suaminya belum dikaruniai seorang anak dalam pernikahan mereka yang memasuki tahun kelima itu.

Entah apa yang ada dalam pikiran dan hati weny saat dia memutuskan untuk lebih memilih bersama William dan menyerahkan Joni kepada Dona. Dona yang tidak mau ada masalah di kemudian hari dengan hak atas Joni, membuat surat resmi adopsi atas Joni dengan saksi-saksi dari pihak keluarga dan beberapa perangkat desa di tempat asalnya.

Dan resmilah Weny menjadi lajang kembali dan menjalani hidup bersama Willian seperti sebelumnya.

Dalam kesepakatan adobsi itu Weny mengajukan persyaratan untuk joni supaya tetap tinggal bersamanya dengan cara Dona bekerja di kafe milik Weny. Semua biaya hidup Joni adalah tanggung jawab Weny. Dan sekarang Weny harus bekerja lebih keras, sangat keras lagi untuk membiayai ketiga anaknya yang tinggal bersama Reza mantan suaminya, Willian pasangannya, Joni anak hasil hubungannya dengan William dan Dona yang merawat Joni yang tinggal ditempatnya.

Weny punya cinta yang cukup untuk dibagi ke semua anak-anaknya. Tidak ada anaknya yang tidak menyayanginya. Di lain sisi hidupnya, dia harus bekerja keras untuk melengkapi kebahagiaan anak-anak dan pasangannya.

Weny kemudian memulai bisnis baru dengan menyuplay bahan bangunan ke kontraktor dan toko-toko bangunan. Usahanya maju pesat karena koneksinya yang sangat banyak dengan para pengusaha semasa dia bekerja di hotel dulu dia jaga dengan baik. Sedangkan William semakin menjadi. Uang modal usaha Weny berasal dari uang William, tapi William menghitungnya sebagai hutang. Padahal semua biaya hidup William ditanggung oleh Weny.

Ketika Joni berusia 3 tahun, Weny hamil lagi dan berdasarkan USG akan perempuan. Weny tidak peduli lagi dengan ancaman William yang akan meninggalkannya jika dia tetap melahirkan anak itu. Tapi Weny yang sangat merindukan anak perempuan entah karena alasan apa, dia tetap mempertahankan anak itu hingga lahirlah seorang bayi mungil yang cantik dan diberi nama Alicia dan mereka semua memanggilnya Alice.

Usahanya di luar kafe membumbung tinggi seiring kelahiran Alice. Weny yang sangat mencintai William kembali memanjakannya dengan segala fasilitas yang dia minta termasuk mobil dan uang berapapun jumlahnya. Kebiasaan judi William kembali membuncah. Hutang di sana sini tidak membuatnya jera karena Weny selalu membereskan semuanya.

Hingga lahirnya kedua anak hasil hubungan tidak resmi nya dengan William, tak satupun keluarganya mengetahui tentang hal itu. Pada saat hari raya keluarganya berkunjung, dia mengatakan bahwa Joni adalah anak Dona karyawannya dan Alice adalah anak Rina pegawainya yang lain dan William akan tidak berada di sana.

Itulah Weny yang ingin selalu tampak sempurna.

Dengan keberadaan dua balita di rumah sekaligus kafe nya, membuat William mulai sering marah dan menyalahkan Weny atas semua keadaan itu. Kebiasaan William tidak berubah bahkan semakin menjadi dan menghabiskan seluruh uang hasil usaha Weny yang kini mulai meredup karena William dan kacungnya yang bernama Pak Man selalu ikut campur dan kemudian mengacau.

Depkolektor sekarang menjadi tamu reguler di kafe nya dan Weny pun memutuskan untuk pindah di pinggiran kota Jogja. Dia menyewa sebuah gudang yang menjadi satu dengan beberapa kamar untuk mereka tinggali. Ketika usahanya mulai bangkit, dia dikejutkan dengan datangnya keluarga William yang meminta pertanggungjawaban atas hutang bank sejumlah 350 juta rupiah atas nama Weny dengan tanda tangan yang dipalsukan oleh William. Keluarga William menganggap Weny telah memeras William untuk melunasi hutang-hutangnya. Keributan besar terjadi sore itu. Beberapa anggota keluarga William yang tinggal di Indonesia menghajar Weny dengan tanpa ampun hingga pingsan di depan mata Joni yang berusia 3,5 tahun dan Alice 1,5 tahun.

Karena ketakutan Dona membawa Joni dan Alice pulang ke kampungnya di Semarang. Dan Rina pulang ke tempat asalnya di Sulawesi Utara. Sementara Weny yang berang melaporkan William ke pihak berwajib. Itu semua dialami Weny saat kandungannya berusia lima bulan. Weny hamil kembali dari hasil hubungannya dengan William.

Dalam kondisi melarat dan dalam pelarian Weny mempersiapkan kelahiran anak ke-enamnya, memenjarakan William pria yang sangat dicintainya namun telah melukainya begitu dalam, masih ikut membiayai ketiga anaknya yang tinggal bersama mantan suaminya. dan Joni yang sudah tidak bisa dipeluknya karena ketika Joni berumur lima tahun, Dona akan benar-benar memutuskan hubungannya dengan Weny, begitulah perjanjiannya. Plus membesarkan Alice seorang diri.

Dalam kondisi hamil besar 9 bulan, hanya beberapa hari sebelum hari perkiraan lahirnya, saya bertemu mbak Weny yang mengendarai sepeda motor sambil menggendong Alice yang sedang pilek dan tampak menggelap kulitnya dan sedikit kurus.

Saya “Mbak Weny? gimana kabarnya?”

Mbak Weny “Yah..beginilah, hamil tua, suami (maksudnya pasangan) gak jelas, cari duit sendiri, haduuuuhhh… kalo ada yang pengen anak, tak kasih ni anakku yg mau lair ini, kamu mau?”

Saya “Ah, mbak Weny mbok jangan bilang gitu to, mosok anak kok dikasih-kasihkan ke orang?”

Mbak Weny yang sore itu tampil selalu cantik seperti biasanya hanya tertawa, tapi tawanya kali ini benar-benar terlihat kehancuran baru saja meluluh lantahkan cintanya.

 

 

Entah kekuatan apa yang mampu menjadikan perempuan begitu kuat menempuhi jalan hidupnya. Mungkinkah karena kekuatan cinta? Hanya Tuhan yang tau jawaban kenapa Dia menganugerahkan cinta di dalam diri seorang perempuan. Wallohu’alam.


Fatimah.

Jogjakarta, 26 Maret 2011.

About imexplore

Im trying to exploring some things to explore. Sebatas kemampuanku menjelajahi dunia bersama hati dan fikiranku.
This entry was posted in Annisa, belajar cerpen, Kopi Hitam ku, Taman Bunga and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Cinta Mbak Weny

  1. Mumun says:

    Wah mbak, koq iso entuk imajinasi seliar itu sih…
    hehehe
    Manteb

    Seorang perempuan yang sangat amat kuat….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s