Kesehatan Reproduksi Wanita

Saya mencoba menggabungkan beberapa informasi yang mungkin dan semoga bermanfaat khususnya bagi kita para wanita; karena kita harus tau cara merawat anugrah yang kita punya; dan bagi para lelaki, seharusnya; karena saya yakin kalian pasti ingin pasangan kalian sehat, ya kan, Lelaki?!
Saya mengumpulkan informasi ini dari mailing list di salah satu group di facebook ( An – 12 ) solusi wanita mencegah kanker rahim & masalah saat haid yang di asuh oleh Dessy An.

Take a deep breath sebelum kita baca keterangan yang lebih panjang. Kalo perlu minum es the dan sediakan gorengan, biar baca nya lebih manteb, hehehehe
Lanjuuuuuuuuuuuutttt….
Oke, let’s take a trip, people…
Wanita sangat rentan dengan masalah-masalah di seputaran daerah kewanitaan (yaiyalahhhh, kalo seputar kelaki-lakian nanti malah repot :p ) Pada level tertentu masalah-masalah itu bias sangat merisaukan. Untuk itu kita perlu mengenali secara lebih intim daerah ini supaya kita bias menjaga dan mencegah terjadinya penyakit atau kelainan organ ini, mengobati jika sudah terlanjur  “sakit” ataau at least mengurangi kekhawatiran kita kalo kita lebih tau dan lebih paham.
Pernahkah anda tau apa itu infertilitas ?

Jadi Infertilitas adalah ketidakmampuan sepasang suami istri untuk memiliki keturunan dimana wanita belum mengalami kehamilan setelah menikah 1 tahun dan aktif dlm seksual tanpa menggunakan kontrasepsi.
(Meskipun saya belum pernah membaca keterangan ilmiyah tentang rentang waktu satu taun itu apakah bias dijadikan patokan/ukuran pasti sepasang suami istri itu fertile ato infertile. Tapi mungkin sebenarnya ada penelitian ato catatan ilmiyahnya hanya saja saya yang tidak tau dan belum baca.)

Bila pasangan sulit memiliki anak, di masyarakat kita seringkali yang paling disalahkan adalah pihak istri. Meskipun tuduhan itu tidak selalu benar, tetapi memang risiko infertilitas pada wanita dua kali lipat infertilitas pada pria. Sekitar 40 persen ketidakmampuan pasangan untuk memiliki keturunan disebabkan oleh pihak istri. Sementara, hanya 20 persen yang disebabkan ketidakmampuan suami.
(Yang ini saya juga belum menemukan keterangan ilmiyahnya.)

Berikut adalah beberapa penyebab utama infertilitas wanita:

Nyeri haid :
Nyeri saat haid disebut dismenorea, berasal dari kontraksi rahim, yg dikelompokkan menjadi dua, yaitu dismenorea primer yaitu nyeri haid yg biasa dialami wanita normal yang menstruasi (biasanya dismenore primer timbul pada masa remaja, yaitu sekitar 2-3 tahun setelah menstruasi pertama dan akan menghilang dgn sendirinya seiring pertambahan usia)
dan dismenorea sekunder yang dialami wanita penderita kelainan/penyakit tertentu (apabila dari awal taun pertama anda haid merasakan nyeri dan berlangsung terus menerus hingga saat ini, bisa jadi itu adalah dismenore sekunder).

Keputihan :
Keputihan pun ada dua, keputihan fisiologis (normal) dan patologis (penyakit)
Fisiologis apabila keputihannya tidak di sertai perubahan warna, gatal2 dan bau tak sedap dan biasa di alami sebelum atau sesudah menstruasi.
Patologis apabila menimbulkan gatal2, bau tak sedap,iritasi, dsb.

Siklus Haid yang tidak teratur:
Haid adalah suatu proses pembersihan rahim terhadap pembuluh darah, kelenjar dan sel-sel yang tidak terpakai karena tidak adanya pembuahan atau kehamilan, dan siklus haid yg tdk teratur tersebut dapat menyebabkan darah tertahan di rahim dan memicu timbulnya KISTA

Tuba Falopi Tersumbat atau Rusak :
Kerusakan ini biasanya disebabkan oleh salpingitis (peradangan tuba falopi). Selain membuat sulit hamil, salpingitis juga dapat menyebabkan kehamilan di luar kandungan (ektopik).

Endometriosis :
Endometriosis adalah pertumbuhan abnormal jaringan implan di luar uterus, yang normalnya hanya tumbuh di uterus.

Kelainan Hormon :
Kekurangan hormon lutein dan hormon perangsang folikel dapat menyebabkan sel telur tidak dapat dilepaskan (ovulasi).

Kista.
Kista adalah tumor berupa kantong yang berisi cairan. Organ reproduksi yang dapat mengalami kelainan berupa kista adalah ovarium atau indung telur. Kista dapat bersifat jinak, dapat pula ganas.
Kista ovarium juga beragam jenisnya, tergantung dari jaringan yang membentuknya dan jenis cairan yang ada di dalamnya. Misalnya, kista endometriosis yang cairannya berupa darah haid dan kista dermoid yang terdiri dari jaringan gigi, rambut, dan lemak.

Tumor Pituitari :
Tumor yang biasanya jinak ini dapat merusak sel-sel pelepas hormon di kelenjar pituitari yang membuat siklus menstruasi terhenti pada wanita atau produksi sperma menurun pada pria.

Tumor Rahim (Uterine Fibroids) :
Tumor jinak di dinding rahim ini sering dijumpai pada wanita usia 30-40 tahun. Tumor ini dapat menyebabkan infertilitas bila menghalangi tuba falopi dan perlekatan telur yang sudah dibuahi di dinding rahim.
Mioma uteri

Mioma uteri adalah tumor jinak di jaringan otot rahim (miometrium). Jadi, tumor ini mengenai organ rahim. Mioma uteri kebanyakan terjadi pada masa reproduksi dan pembesarannya berkaitan dengan hormon estrogen.

Kelebihan Prolaktin (Hiperprolaktinemia):
Prolaktin adalah hormon yang merangsang produksi ASI. Kelebihan hormon prolaktin dapat mengganggu ovulasi. Bila seorang wanita banyak mengeluarkan ASI meskipun tidak sedang menyusui, kemungkinan dia menderita hiperprolaktinemia.

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK):
Sindroma ini ditandai banyaknya kista ovarium dan produksi androgen (hormon laki-laki) berlebihan, terutama testosteron. Akibatnya, sel telur sulit matang dan terjebak di folikel (tidak ovulasi).

Menopause Prematur (Menopause Dini) :
Menopause prematur terjadi bila wanita berhenti menstruasi dan folikel ovariumnya menyusut sebelum usia 40 tahun. Kelainan imunitas, radioterapi, kemoterapi dan merokok  dapat memicu kelainan ini.

Adesi :
Adesi (adhesion) adalah sekelompok jaringan skar yang saling berkait sehingga menyatukan dua permukaan organ yang normalnya saling terpisah. Adesi yang melibatkan tuba falopi karena infeksi atau pembedahan dapat menghalangi fungsi ovarium dan tuba falopi.

Kelainan Kelenjar Tiroid :
Kelainan ini menyebabkan kelebihan atau kekurangan hormon tiroid yang mengacaukan siklus menstruasi.

Kelainan Anatomi Bawaan :
Kelainan bawaan pada organ reproduksi dapat menyebabkan infertilitas. Kelainan yang disebut Mullerian agenesis ditandai dengan tidak berkembangnya vagina atau rahim. Wanita dengan kelainan ini masih dapat punya anak melalui bayi tabung atau dengan “menyewa” rahim wanita lain.

Merokok :
Merokok dapat membahayakan ovarium dan mengurangi jumlah/kualitas sel telur. Riset menunjukkan wanita perokok cenderung mengalami menopause lebih awal.

Stres :
Neurotransmiter (pengirim pesan kimiawi) bekerja di kelenjar hipotalamus untuk mengendalikan hormon-hormon reproduksi dan stres. Tingkat hormon stres yang tinggi dapat mengganggu sistem reproduksi.

Terlalu Kurus atau Terlalu Gemuk :
Wanita yang terlalu kurus, misalnya para atlet maraton atau penderita anorexia, dapat kehilangan fungsi reproduksinya. Kegemukan dapat menyebabkan infertilitas dengan berbagai cara. Policystic ovarian sydrome (PCOS), misalnya, lebih sering terjadi pada wanita yang kegemukan.

Faktor Lingkungan :
Herbisida, pestisida, limbah industri dan polusi lainnya dapat mempengaruhi fertilitas. Phtalate, zat kimia untuk melunakkan plastik, diduga dapat mengganggu fungsi hormon-hormon tubuh.
Itulah pentingnya kita menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan supaya hidup kita seimbang selaras dengan alam🙂 hehehehe

Sudah sepantasnya kita menjaga dan merawat diri kita dari hal2 yg tdk diinginkan, khususnya wanita jgn sampai rahim kita menjadi infertil krn rahim kita adalah masa depan dunia🙂
Dari rahim kita lah dunia ini bisa berisi tawa dan tarian anak bangsa🙂

Semoga bermanfaat.

fatimah🙂

About imexplore

Im trying to exploring some things to explore. Sebatas kemampuanku menjelajahi dunia bersama hati dan fikiranku.
This entry was posted in Annisa, Perpustakaan Alam, Tips and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

12 Responses to Kesehatan Reproduksi Wanita

  1. lely says:

    siklus haid yg nggak tergantung, juga disebabkan hormon nggak seimbang
    aku pernah punya pengalaman periksa k dokter kandungan gara” haid g teratur *bayangpun, masak haid tiap semester 1 kali*

    trus d USG,, =((
    kehilangan duit 150rb cuman sebentar padahal
    trnyata kosong. hehehe *yaiyalah klo ada isinya HOROR

    trus dikasi tau ma bu dokternya hormonnya nggak seimbang, tp klo misal mau dikasih obat biar haid juga bisa. tapi klopun nggak dikasi obat, nggak papa juga.

    tetanggaku yg di jember malah dy g pernah haid, tp anaknya 7. hebat euy!!

    wallahu’alam

    • imexplore says:

      masalah anak tu masalah rejeki, menurut saya itu urusan Tuhan, hehehehe
      kalo masalah ke dokter di USG kehilangan duit 150 ribu, mau pilih mana? pilih 150 ribu nya utuh tapi ketar ketir? ato pilih bayar 150 ribu tapi ati tenang?

      kalo saya pilih sehat,😀😀😀

  2. baluran and me says:

    bu bidan,
    kalo istri hamil trus suaminya “pingin” gimana ya caranya?

  3. Wah lengkap banget nih penjelasannya, bermanfaat bagi saya yang seorang suami, jadi tau penyebab istri kok gak mens padahal gak hamil, bawaannya sensi mlulu, klo gini kan enak, oh ini toh sebabnya, thanks for infonya ya..

  4. imexplore says:

    baluran and me :

    bu bidan,
    kalo istri hamil trus suaminya “pingin” gimana ya caranya?

    itulah inti dari SItuasi KONdisi TOLeransi PANdangan dan JANGkauan.
    kalo semua dikomunikasikan dengan baik, insyaalloh beresssss…

    pertanyaan selanjutnya, kalo istri tugas nya jauh (beda daerah) gimana caranya tuh?
    hahahaha😀😀😀

  5. imexplore says:

    luckyhermawanlucky :

    Wah lengkap banget nih penjelasannya, bermanfaat bagi saya yang seorang suami, jadi tau penyebab istri kok gak mens padahal gak hamil, bawaannya sensi mlulu, klo gini kan enak, oh ini toh sebabnya, thanks for infonya ya..

    alhamdulillah kalo bermanfaat, kita sama2 belajar mas🙂

  6. lombok22 says:

    bagus banget nih article, sesuai dengan kami

  7. chondik says:

    lengkap banget nih penjelasannya, bermanfaat bagi saya yang seorang suami,

  8. imexplore says:

    lombok22 :

    bagus banget nih article, sesuai dengan kami

    chondik :

    lengkap banget nih penjelasannya, bermanfaat bagi saya yang seorang suami,

    hehe trima kasih , saya cuma merangkum dan menulis ulang kok 🙂

    kalo ada info tambahan ato revisi, boleh share lho, biar bisa dibaca rame2🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s