Sebotol Fanta Merah dan Sepotong Senyuman

Sekitar jam 9 malam di perjalanan dari Surabayamenuju Gresik, saya mampir sebentar ATM yang ada di dalam sebuah minimarket terkenal. Disamping mesin ATM itu terdapat 2almari pendinginyang di dalamnya tertata rapi berbotol-botol soft drink dan minuman-minuman energi dan pokoknya yang botolnya warna warni dan tampak menyegarkan lah😀

Sedikit naik alis kanan saya ketika ternyata di pintu salah satu almari pendingin itu terselip seorang bocah kecil kurus kira-kira umurnya 8-10 tahunan. Bocah laki-laki itu mengenakan kaos kucel, celana pendek, nggak beralas kaki dan di kaki kanannya penuh bekas luka, entah luka apa yang pernah dia alami. Dia menyelipkan badan mungilnya di pintu almari itu sambil memandangi seolah sedang memilih botolmana yang sebaiknya dia ambil.

Seorang pramuniaga cowok mengawasinya dari belakang.

sekilas sempat saya suudzon, jangan-jangan ni anak mau ngutil, astaghfirulloh, maafkan aku ya Alloh… Tapi saya pikir-pikir lagi, kalo dia ngutil botol sebesar itu kan pasti langsung ketauan dong.

Menyadari kedatanganku bocah itu menoleh dan tersenyum padaku.

Saya : “Mau beli apa?”

Si Bocah : “Gak mbak, nontok tok” — (enggak mbak, cuma liat doang”)

Saya : “Ambilo, tak beliin” — (Ambil aja, saya belikan”)

Si Bocah : “Gakusah mbak”

Kemudian dia menutup pintu almari pendingin dan memperhatikan aktifitasku dengan mesin ATM. Sesaat suudzon ku kambuh lagi, takut kalo duit saya yang lagi mepet ini direbut sama dia. Astaghfirulloh…bersihkan hatiku ya Alloh..

Setelah selesai dengan mesin ATM saya liat anak itu masih memandangiku. Saya buka pintu almari pendingin dan kutunjuk satu persatu botol dan kutawarkan padanya.

Wajahnya terlihat berseri-seri melihat isi almari itu. Mupeng dia,hahahaha

Dari atas, deretan botol kecil dan sedang ku urutkan, dia menggeleng,

batinku “Sayang, ambillah satu dan senyumlah”

Ketika kulihat deretan paling bawah,kupikir, ah mungkin dia mau yang paling besar.

And guess what?!

Dia tersenyum sangat ceria dan matanya pun tersenyum waktu kutawarkan satu per satu merk minuman yang ada di situ dan dia mengangguk pada setiap botol.

Saya : “Mau yang mana?”

Bocah : “Gak usah mbak”

Saya : “Beneran ta?Ayo buruan pilih mana?tak beliin, buruan. Yang mana? Yang ini? Ini? Merah? Item? Yang mana?”

Bocah : “Sembarang mbak” — (“Terserah mbak”)

“sembarang” itu seperti sebuah ungkapan basa basi tapi mau.

Saya : “ Jangan ngangguk-ngangguk tok, ayo ambil yang mana?”

Akhirnya saya menunjuk ke botol fanta warna merah 1,5 liter-an dandia langsung mengangguk dan menerima botolitu dan tersenyum memeluknya.

Mata dan senyum itu begitu menentramkanku.

Saya : “Ayo sini, bayar dulu, tunggu di sini, jangan kemana-mana”

Kusuruh dia menunggu di kasir untuk mengambil sabun dan beberapa alat mandi. Dan setelah selesai urusanku, kami ke kasir dan membayar belanjaan kami.

Mbak kasir memasukkan botol fanta merah itu dan langsung kuambil dan keserahkan pada bocah kecil itu. Dia menerima dan berlalu sambil tersenyum, cerah banget senyumannya.

Kulihat dia menggenggam uang 10.000-an. Batinku, Mungkin dia tadi sedang menghitung botol mana yang cukup terbeli dengan uang 10.000nya, dan karena botol 1,5 liter-an itu seharga lebih dari 10.000 maka dia harus benar-benar cermat memilih botol yang paling tepat.

Artinya dia bisa membaca dan menghitung.

Suatu saat nanti aku juga akan punya anak yang akan mengalami usia seusiamu sayang,semoga aku mampu memenuhi semua keinginan dan impiannya dengan bijaksana. Semoga suatu saat kelak kamu punya anak, kamu akan bisa memenuhi keinginan-keinginan anak-anakmu yang saat ini mungkin hanya bisa jadi sebatas impian bagimu.

Bocah itu mungkin anak jalanan, mungkin anak nakal, atau mungkin orang tua nya blmpunya cukup uang untuk membelikan sebotol fanta untuknya.

Ah, siapapeduli asal-usulnya. Siapapun bocah laki-laki kecil itu sudah memberiku senyuman yang begitu indah dan membuat aku dan hatiku ikut tersenyum. Dia juga telah membuat mbak kasir tersenyum sangat ramah.

Sayang, kamu adalah early warning bagiku untuk selalu ingat bersyukur dan berbagi. Kamu mengingatkanku bahwa seterpuruk apapun keadaanku, aku masih selalu punya orang-orang yang selalu ada untukku bersandar. Tapi kamu? Entah apa kamu punya keluarga ato enggak? Entah apa kamu punya sahabat ato enggak? I pray for your happiness dan wealthyness.

 

Cerita semalam.

Gresik, 20 juli 2011,fatimah

About imexplore

Im trying to exploring some things to explore. Sebatas kemampuanku menjelajahi dunia bersama hati dan fikiranku.
This entry was posted in belajar cerpen, Kopi Hitam ku, Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s