Another mail from Em and Vick

“Dear Vick, howdy there?
Are you doing good? Im really hoping u were here right now..
Mmmhh…di sini hari- hariku so much busy n sometimes I feel so tired of, but this is my choice n aku gak mau kehilangan cita-citaku karena aku cengeng dengan sgala macem this shit. All this situations sometimes push my button to blow.
Saat pagi, saat semua orang sibuk behind their desk, aku dan cangkir kopi ku selalu merindukan saat-saat ketika aku gak harus bangun pagi, i can smoke anytime I want to, but di sini? Huh..Don’t ask me..you won’t know ‘bout that.
Vick, im so tired hoping you were here. Did you get my sign?! I miss you so bad as the grasses calling for the rain in this dry season. I wonder if you feel my tears rivering my fingers.
Vick, one day when you comin’, would’cha dance with me under the sun with some old song you used to play me, please? I really miss that songs you know?! even it’s sometimes sounds so freak in my ears, hahaha 
Oh vick, we both knew that that is so forbidden, I just can’t loose your smile at now n you knew that for sure,I hate you. I hate you as much as I want you. Brengsek kamu..!!!”
=================
Email itu sudah email ke sekian ratus sejak Emily pergi ke Inggris. Dia slalu mengirimkan email-email itu tanpa peduli apa Victor merasa terganggu atau sedih atau happy atau whatever she just don’t care about anything but he’s coming.
Setelah menekan tombol send, Emily sering skali merasa kosong, karena ketika dia sedang menulis, sejenak seolah dia sedang berbicara pada sahabatnya itu, tapi begitu tombol send di klik, then whoosh.. no one there but her and her PC. 

Malam-malam di sini terasa begitu dingin dengan setumpuk tugas kuliah dan pekerjaan yang sengaja dia ambil hanya untuk membunuh waktu, but she failed. Dia tetap saja merasa bahwa waktu di sini berjalan selama 30 jam. Waiting for the day Victor would come to see her, that’s killing.

Dua minggu berlalu sejak email itu; dan beberapa email lainnya tentu saja; ketika tiba-tiba sekalimat dalam email dari Victor seolah mencekiknya 
“Tunggu aku 2 hari lagi, I’ll be at your hands, n Im yours”

Ya, email itu cuma berisi satu kalimat tapi itu sangat berarti jauh lebih sangat berarti dibanding ribuan pulsa internet, telepon dan sms yang mereka habiskan untuk sekedar mengenang kebersamaan.
Satu jam Emily memandangi email itu, masih nggak percaya, hingga sebuah telfon menyadarkan ketertegunannya. Yuri, Seorang sahabat Jepangnya di tempat Emily bekerja sebagai akuntan part time menelfonnya,

“ya?”
“Emily, I need your hands to fix up some documents”
“ouwh, well, okey, yeah, I’ll be there in an hour, just send some pancake to my desk, allright?! Hahaha”
“Your wish is my command my lady”
“heeeeyyyy you scared me to dead”
“hahaha I thought you like it when George say it to you in every time”
“Heh, kalo crewet gua habisin lo”
“uuuhhh… no no no, no Jupiter talk here, but I think I know that that ‘s mean you are happy ‘bout that”
‘jupiter talk’ itu istilah mereka untuk bahasa local yang mereka nggak saling paham, semacam bahasa planet gitu.
“Yuri..!!! im gonna make your curly hair suddenly straight in a minute, you hear that?!”
“Hahaha…pardon me madame.. “
“huh..!! over my dead PC !!”
“just don’t be noisy, get the hell come here or im gonna make your brown skin turn to pink!”
Then klik.tuuut…tuuut…tuuut…telfon ditutup dari seberang sana.
======
Besok Victor tiba pukul 12 siang, artinya Emily masih punya waktu untuk memilih baju yang cantik untuk menyambut sahabat terdekatnya itu. Dan malam ini Emily sudah bertekad menyelesaikan semua pekerjaan dan semuanya, jadi besok dia bener-bener free  dan bisa menghabiskan waktu bersama victor sepuas yang mereka mau.
Malam itu Emily tidur dengan senyum tak lepas dari bibirnya, well..sebenarnya dia susah sekali tidur karena mengharapkan besok pagi datang lebih cepat.
=======
Waktu yang ditunggu akhirnya tiba, Emily menjemput Victor di Heathrow airport. Ketika mereka bertemu, selama beberapa detik mereka hanya saling memandang tertegun tak percaya pada siapa yang ditemuinya. Satu, dua, tujuh detik dan pecahlah tangis Emily di dada Victor yang memeluknya. Mereka hanya saling terdiam, maybe they are in the stupid mind right now, or maybe they are in their own world with no one allowed to come in to it.

Mereka nggak langsung ke apartemen Emily, mereka berhenti di sebuah padang rumput yang saat ini sedang sangat gersang tanpa bunga, hanya rerumputan pendek dan beberapa pohon tua serta semakdi beberapa titik. Mereka duduk di bangkai pohon tumbang yang terlindungi oleh dahan pohon lain yang masih hijau daunnya. Victor mengeluarkan sebuah kotak bersampuldaun daur ulang berwarna hijau, warna kesukaan mereka, dan mengangsurkannya pada Emily.
“open up”
“what’s inside?”
“open up”
Dengan hati-hati Emily membuka tali enceng gondok yang mengikat kotak itu, kemudian membukanya. Air mata nya menitik lagi.
“I bring you your beach”
“thankyou, now would you dance with me?”
“that’s why I come here”

Victor mengulurkan tangannya kepada Emily dan menarikknya ke bawah terik matahari dan memasangkan sebelah ear phone ke telinga Emily.
Emily memegang bunga rumput grinting yang dibawakan Victor untuknya, bunga itu pasti dipetik dari pantai mereka. Dan dengan ear phone mereka mendengarkan dentingan melody from the music he played.

“Are you happy now, Em?”
“ssssshhhh…just shut up and dance”

Lama sekali mereka menghabiskan waktu hanya menari dalam kebisuan. Lalu mereka berbicara tentang segalanya, tentang hari-hari mereka, tentang kebahagiaan, kekonyolan sampai kesedihan yang mereka rasakan ketika mereka terpisah jauh. Mereka pasti sedang berharap bisa mengerem bumi supaya berputar lebih lambat.
Sore itu, sunset di padang rumput yang gersang terlihat begitu indah di hati mereka.
Malam. Emily cook for them. They have a warm dinner with warm talks. Dan setelah itu, don’t ask, cups of coffee they drank to fill the nite until they fell asleep.

Pagi ketika Emily terbangun, dia tersenyum namun sekejap menangis karena disadarinya Victor nggak ada.
She screamed “VICTOR….”
Victor yang kaget mendengar teriakan itu segera berlari dan bertanya apa yang terjadi.
“ What happened? Why are you screaming like that? Are you okey?”
 “kamu ke mana sih?”
“ Yaelaaahhh… kirain apaan.. Heh..!! makanya kalo bangun tu mata dibuka dulu…!! Gua sholat, oneng..!!”
“Hehehe awas kamu ngilang lagi..!!”
“ sapa juga yang ngilang? Dasar freak.!”
“bawel..!”
Victor menyodorkan cangkir kopi dan Emily tersenyum. Kemudian mereka sarapan ala Indonesia, nasi goreng, hehehe…
“huuuhh…jauh-jauh ke sini sarapannya nasi goreng, ini mah gakada bedanya ama di kontrakan”
“udah deh..aku kangen banget sama indo”
“pulang yuk”
“jangan gila kamu”
“kalo aku gak gila gak mungkin pagi ini aku ada di sini, liat kamu senyum”
“preeeetttt…gombal banget sih”
“ha ha ha ha”
Lama banget Emily gak liat tawa itu, tawa lepas sebebas hati mereka pagi itu.

Bunga rumput grinting itu kini tergantung manis di atas kamar Emily, setiap malam dan kapanpun dia rindu pantai, dia hanya tinggal menengadahkan kepalanya dan angin akan membelai hatinya.

Seperti aku sekarang yang sangat merindukan gemerisik suara pasir pantai kita, dan cericit burung berlarian di bibir pantai memburu mangsanya atau terbang rendah mengejar angin, atau sekedar berjemur, just like we used to do, few times ago…



Gresik,30 september 2011.
fatimah.

About imexplore

Im trying to exploring some things to explore. Sebatas kemampuanku menjelajahi dunia bersama hati dan fikiranku.
This entry was posted in belajar cerpen, Kopi Hitam ku and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Another mail from Em and Vick

  1. >_<

    I'm waiting for the next story mbak…
    Hopefully they will together
    Forever…
    Whatever happen
    ^_^

    • imexplore says:

      hehehe…next story nya tunggu mmmmmmmmm…tunggu opo yo???
      hehehe :p
      tunggu kemajuane lah, who’s gonna be happy or laugh or cry or …. we’ll see..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s