kalo kata anak gaul mah “lagi galau”

4 hari lalu secara hukum saya ulang taun, secara hukum? Ya..karena menurut akte dan KTP saya ulang taun, setengah tahun lebih awal dari hari kelahiranku yang sebenarnya.

Cuma setengah taun, tapi kenyataannya saya belum benar-benar siap untuk jadi se-dewasa umurku; cieehhh ngomongin dewasa..!!! hahaha… Menjadi dewasa itu gampang-gampang susah. Ingin sekali aku berpasrah padaNya Yang Maha memberi petunjuk.

Ini tentang hidup, hidup saya, sesekali kan pengen juga curhat tentang sesuatu yang kata mbak syahrini “sesuatu yah..” hehehe.. sesuatu buatku tentu saja.

Teringat kalimat seorang pengajar pada waktu saya mengikuti pendidikan “Ketika anda sudah menjadi abdi Negara, apapun kondisi pemerintahan, anda adalah bagian dari sistem itu”; ternyata berat sekali mengambil arah di persimpangan antara tugas dengan hati nurani. Well bagi saya berat, tapi mungkin bagi orang lain apalagi yang tidak sedang berada dalam posisi seperti saya bisa ringan melihat bahkan beropini. Ada peraturan dan ada pengaturan, tipis sekali perbedaan dalam penulisannya tapi besar sekali makna pelaksanaannya, mungkin agak sedikit membingungkan untuk memahaminya, tapi kira-kira begini; Peraturan adalah pakem yang harus dituruti sedangkan pengaturan adalah tentang menurut untuk tidak menyalahi pakem, hehehe ruwet juga njelasinya apalagi nglakuinnya. Saya tidak bisa serta merta menafikkan adanya pengaturan dalam melaksanakan peraturan. Sedikit membelokkan apa yang saya inginkan. Mungkin ini yang sering disebut-sebut orang-orang sebagai “ini jaman edan, lek gak edan gak keduman” Ya Alloh,Lindungi aku… Menakutkan sekali… Saya hanya berusaha meyakini apa yang saya doakan. Saya yakin Alloh Tuhanku tidak tidur, Dia Maha mengetahui, Tuhan pasti punya rencana begitu Dia mempossikan aku dalam posisi sekarang, apapun itu, saya yakin Tuhan tidak akan membiarkan saya sendiri.

Begitupun dalam perjalananku berproses untuk menjadi benar-benar dewasa, aku yakin Tuhanku punya rencana ketika menempatkan ku di sini. Ya, saya sedang galau kalo kata anak gaul mendeskripsikan seseorang yang sedang bingung untuk memutuskan suatu masalah. Masalah? Apa masalah saya? Apa saya sedang dalam masalah? Apa saya bermasalah? Apa saya adalah masalah?

Ingin ku berpasrah padaNya Yang Maha memberi petunjuk dan ingin sekali aku meminta untuk dibukakan mata sehingga aku bisa membaca petunjuk-petunjuk itu. Membedakan petunjuk dengan ge-er. Membedakan doa dengan keinginan. Membedakan logika dengan perasaan. Membedakan netral dengan hambar. Membedakan emosi dengan terbawa suasana. Membedakan menikmati karir dengan melarikan diri dari masalah. Membedakan menikmati hidup dengan hedonis. Keadaan-keadaan beti (beda tipis) begini yang bikin saya galau.

Sulit sekali menghadapi kegalauan ketika saya sedang sendiri, itulah kenapa saya benci sendirian, and I really afraid of being alone. Saya punya Alloh dan saya butuh Dia. Dan saya juga butuh orang lain to share to. Dan di sini, jujur saja, aku pengen banget nangis ketika sedang merindukan sahabat-sahabatku yang jauh di Jogja ku. Memang teknologi telpon dan sms kadang bisa meretas jarak, tapi eksistensi mereka dalam bentuk nyata itu akan sangat menjadi support buat saya.

Hari-hari ketika saya sedang minum kopi di kos sendirian hanya berteman laptop pinjaman dari kantor dan beberapa batang, okey, bungkus, “cancer stick” benar-benar membuka fakta bahwa saya adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk bersosialisasi. But, to whom??? They sometimes don’t even get what im talking about, maybe im too “mbulet” bagi mereka, mungkin aku terlalu liar dan bebas untuk kota ini, ato mungkin Tuhan mengirimku ke kota ini supaya aku jadi lebih religious seperti orang-orang sini terlihat pada umumnya. Religius? Apa saya harus nyantri kali ya? Biar otak saya lebih cling dan hati saya lebih plong biar nggak galau lagi.hehehe

Nyantri? Mungkin itu yang sekarang ini sedang saya lakukan. Kalo saya santri seharusnya ada ustadz/ustadzah dan kitab-kitab, tapi bagaimana saya bisa mengamalkan kitab-kitab itu ketika saya masih terlalu logis dalam membaca dan memaknainya ??? saya mungkin terlalu bodoh untuk bisa mengerti makna semua ini sendiri tanpa orang lain yang menuntun saya.

Semua hal ini selalu membuat perut saya mules seolah ada ribuan kupu-kupu nakal dan jutaan kalong beterbangan di dalam sana. Seperti habis makan pake petis yang selalu bikin saya mencret.hahaha

Bayangin aja coy.. saya sekarang hidup di daerah pesisir yang notabene kebanyakan makanannya berbumbu petis dan terasi, sedangkan lambung saya tidak mampu mentolerir bumbu-bumbu pesisir itu. Apa solusinya? Apa saya harus menghindari makanan-makanan itu sampe saya kurus? Ato saya harus membuat sendiri makanan untuk saya sendiri? Untuk urusan perut aja saya galau apalagi untuk urusan kehidupan..

Saya pusing dan galau pemirsa…!!!

Deretan tambak dan rawa itu nyatanya cukup membuat saya ter-rayu untuk tetap tinggal di sisi HOT di negri ini. Bercangkir-cangkir kopi yang tertuang di warkop yang berjajaran berratus-ratus banyaknya di kota ini nyatanya mampu membuatku tetap terjaga di malam-malamku yang sendiri berteman galau yang nggak bosen-bosen menghinggapi hati dan pikiranku yang sekarang sedang ato mulai ato memang sudah kusut ini. Semua ini membuatku ingin menenggak butiran CTM supaya aku bisa tidur selama efek obat itu.

Aku lelah berlari tapi aku terlalu takut untuk berhenti. Ketika aku berlari, aku takut tidak cukup tenaga untuk kembali ketika aku salah mengambil arah. Saat aku berhenti aku takut terlambat meraih apa yang aku inginkan di depan sana.

Would somebody help me? Really really help me to conquer it all..really help me to wake up when I were asleep and makes me stay awake when I go sleepy.. help me to wipe my tears when I cry.. give me a shoulder when im tired and need a break or some.. makes me smile when I were sad.. chilling me out when im in a rush.. talk to me when I suddenly feel so alone.. gives me advices when im lost.. slap me when I go too far.. and pray with me for every hope we make… adakah???

Keinginanku terlalu berat untuk ku lakuin sendirian hingga orang lain pun akan merasa terlalu enggan untuk menemaniku.

Ada banyak situasi yang membuatku merasa aku harus belajar sabar dan bersabar dan ada situasi yang membuatku kadang menampar mukaku sendiri dan berkata, Hey..you deserve to get the better now… Latihan-latihan itu kenapa membuatku semakin galau ketika terlalu banyak aku berlatih, seperti seseorang yang over trained hingga sakit dan sesak.

Aku capek…kamu capek nggak sih? Capek nggak keliling-keliling di dalam pikiranku terus??? Hahaha rasanya seperti habis ngganja hingga aku nggaktau kenapa aku ketawa dan menangis galau segalau-galaunya.

Mid day, My room, Gresik, 22 april 2012.

Fatimah.

About imexplore

Im trying to exploring some things to explore. Sebatas kemampuanku menjelajahi dunia bersama hati dan fikiranku.
This entry was posted in Kopi Hitam ku and tagged , . Bookmark the permalink.

2 Responses to kalo kata anak gaul mah “lagi galau”

  1. Hehehe..
    jangan geer sama teka-teki dari Gusti Alloh mbak
    hahaha
    Muach….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s