Akulah Si Telaga

akulah si telaga

berlayarlah di atasnya

berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil

yang menyerakkan bunga-bunga pantai

 

berlayarlah sambil memandang harunya cahaya

sesampai di seberang sana

tinggalkan begitu saja perahu

biar aku yang menjaganya

 

 

Puisi karya : Sapardi Djoko Damono

 

Puisi-puisi beliau sering kali mampu meluluh lantahkan keangkuhan ego, hingga kita yang membacanya menjadi merasa “ow..that was so sweet..i wish someone do that to me ” atau “ouggrrhhh shit.. !! why some stupid do that?!”

Membuat kita (well..saya) yang membacanya bisa tiba-tiba merasa romantis, sensitif, dan terbawa suasana hingga menembus memori-memori indah yg pernah terlalui bersama mungkin kawan, kekasih, TTM, idola, Tuhan, keluarga, selingkuhan, pekerjaan, apapun..

Nha puisi “Akulah si telaga” ini menimbulkan rasa, buat saya, rasa sadar bahwa saya, ego saya mungkin belum bisa mau se-rela si telaga itu melakukannya. Tapi ya begitulah hidup, ada yang datang dan ada yang pergi tanpa kita mampu mencegahnya. Semua sudah punya peran masing-masing, begitu juga si Telaga ataupun si Perahu.

About imexplore

Im trying to exploring some things to explore. Sebatas kemampuanku menjelajahi dunia bersama hati dan fikiranku.
This entry was posted in Belajar Puisi, Kopi Hitam ku and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s