Buku “Berteman Dengan Kematian’ – Karya Sinta Ridwan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Judul buku : Berteman Dengan Kematian-Catatan gadis lupus.
Penulis : Sinta Ridwan
Penerbit : Penerbit Ombak

Perjalanan hidup adalah sebuah proses dan kematian adalah final. Begitu pula kematian adalah jodoh yang pasti datang untuk mendampingi kita untuk melangkah di kehidupan yang baru(Sinta Ridwan)

Memoar gadis cantik bernama Sinta, yang berjuang memaknai hari-hari menjelang kematiannyan di depan justru, dengan cara yang aneh, membuat setiap detik dan menit memjadi begitu berharga; membuatnya terpukau tak henti-hentinya pada indahnya keabadian dalam hidup di sini dan saat ini.

Begitulah sekalimat yang tertulis di sampul depan buku setebal xvi+363 halaman ini.

Membuka halaman glosarium yang berada persis setelah halaman salam pembuka, seolah kita sedang membuka sebuah kamus medik. Ada daftar istilah-istilah medik, nama-nama obat, dan definisi penyakit-penyakit yang sering digunakan sebagai “kamuflase” oleh si lupus yang berlambang kupu-kupu itu.

Sinta bercerita tentang masa kecilnya hingga remaja. Sinta adalah gadis yang aktif, di tengah segala problematika di dalam keluarganya.Hingga suatu ketika dia memutuskan untuk pergi, kuliah jauh dari rumah dan keluarganya. Bertahan dengan memeras keringatnya sendiri.
Hingga pada suatu hari 14 Februari 2005, ketika dia ingin mendonorkan darahnya, di sana lah cerita itu bergulir menuju cerita-cerita perjuangannya yang semakin hari semakin keras dan berat. Mulai tes darah, pingsan di ATM, Rumah sakit, Klinik, Resep obat, Dokter, Profesor dan semua ornamen-ornamen itu terus mengiringi lanngkah kakinya.
Obat-obat kimia yang terus memeras isi kantongnya hingga dia harus mampu bertahan dengan hanya memakan mie instant setiap hari padahal dia seharusnya mengkonsumsi makanan sehat untuk menjaga kondisi tubuhnya. hari-hari ketika dia merasakan gelap dan seluruh tulang sendinya serasa remuk tak berdaya. Menjadi sesosok makhluk kegelapan karena dia akan merasakan sakit luar biasa ketika bersentuhan dengan sinar matahari.
Pengobatan demi pengobatan dia jalani, bermacam obat kimia dia konsumsi dan akhirnya pada Mei 2006 dia berjanji pada dirinya sendiri dan alam raya untuk tidak mengobati lupus dengan obat kimia.
Suatu ketika dia chatting dengan temannya, dia mengatakan bahwa ada obat lupus selain obat kimia “Obat itu adalah kebahagiaan”

Setegar itu sinta menjalani hidup dengan lupus di dalam dirinya, dalam lembar salam pembuka pun dia menuliskan,”Teruntuk mba Imey, selalu tersenyum ^_^” 2/12/2011
Sinta yang mampu bangkit dari keterpurukan dan kemarahannya pada lupus, dan memberikan apa yang dia bisa berikan pada alam raya nya, dialah sinta.

Adakah yang lebih indah dari kematian? Apakah ada manusia yang terobsesi pada mati? Adakah yang mau berteman dengan kematian? Apakah ada yang ingin menyelam di laut mati? (Sinta Ridwan)

fatimah, gresik, 26 juni 2012.

About imexplore

Im trying to exploring some things to explore. Sebatas kemampuanku menjelajahi dunia bersama hati dan fikiranku.
This entry was posted in Rak Buku and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Buku “Berteman Dengan Kematian’ – Karya Sinta Ridwan

  1. Semangat yang datang dari kebahagian.
    Nanti tak muat di resensi blog Kelana Kelapa ya kak😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s