Diary Elang bondol – Cinta pada pandangan pertama

16 Juli 2012, 15.50 WIB.
Sore ketika saya pulang kantor lebih awal karena kondisi badan sedang drop. Cuaca Gresik sedang benar-benar hangat untuk saya yang baru saja keluar dari ruangan ber-AC, tapi bagi mereka yang sedari siang sudah berada di luar ruangan, cuaca hari itu sangat panas dengan matahari yang menyengat. Sore yang cerah  dan berangin. Saya pikir waktu yang sempurna untuk pengamatan “Raptor”.

Memasuki kawasan perkantoran PT.PETROKIMIA GRESIK saya lihat sekelebat burung berukuran cukup besar untuk ukuran burung kota, saya pikir, ‘ah..mungkin Tekukur biasa atau Dederuk jawa’ Tapi rupanya “si sosok” itu seperti membaca pikiran saya, dia muncul di sela-sela pohon perindang yang habis ditebang, cukup pendek tidak lebih dari 10 meter pepohonan itu. Setengah nggak percaya saya melihatnya sampai-sampai saya niatkan berhenti di tepi jalan dan langsung menyiapkan camera HP,, saya bahkan nggak sempat nge-zoom karena takut kehilangan momen itu.

100% saya yakin “sosok” itu adalah Elang bondol / Haliastur indus / Brahminy kite-dewasa.

Melanjutkan perjalanan menuju kost saya di bilangan Randuagung, saya mengingat-ingat bleger si Elang bondol tadi : kepala, leher hingga dada berwarna putih; sayap, punggung, perut hingga ekor berwarna coklat terang; dengan wujud Elang bondol yang pernah saya lihat sangat dekat di kantor RCI (Raptor Club Indonesia) Jogja. PERSIS..!!! nggak salah lagi, dia memang Elang bondol.

Pertemuan pertama Elang bondol - 16072012

Pertemuan pertama Elang bondol 16/07/2012 pukul : 14.58 WIB
lokasi : kawasan perkantoran PT.PETROKIMIA GRESIK

 

 

 

Malas dengan lalu lintas padat di sore hari, saya mengambil jalan masuk kampung saya lewat KIG (Kawasan Industri Gresik) tapi rupanya pilihan saya membawa kejutan yang luar biasa ketika mata saya menangkap bayangan gelap (siluet) melayang di atas bukit dekat kos saya. Buru-buru saya geber Vega merah plat AB saya menuju kos dan hal pertama yang saya lakukan setelah membuka pintu adalah mengambil binokuler. Saya bahkan belum sempat meletakkan tas dan melepas helm😀.

Sekitar 20 menit saya patroli-in bukit tanpa hasil, saya masuk dan nge-ON-in internet untuk laporan ke grup Pengamat Burung Indonesia on facebook sambil makan kripik singkong, saya kembali disapa Elang bondol yang terbang sangat rendah persis di depan teras kos saya lantai 2, dia bahkan terbang tidak lebih tinggi dari atap kamar saya.
Nggak ragu lagi, dia memang Elang bondol dan dia lagi “caper”

Mungkin ini yang disebut Love at the first sight atau Cinta pada pandangan pertama (nggak pertama jg sih setelah ketemuan di RCI meski beda kondisi banget).

Kembali saya menemukan “bocoran surga” di “rumah baru” saya.

Saya yakin Tuhanku mengirim saya kesini pasti ada keindahan yang Dia ingin saya temukan🙂 I love my ALLOH🙂

gresik, juli 2012, fatimah

About imexplore

Im trying to exploring some things to explore. Sebatas kemampuanku menjelajahi dunia bersama hati dan fikiranku.
This entry was posted in Diary Elang bondol, I catch the birds, Perpustakaan Alam and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s