Kemarin, Hari ini, dan Esok

Dear You,
Kamu, mungkin menganggap aku hanya sepenggal kisah lama yang sudah kau tutup rapat-rapat dan nggakmau kau buka kembali, tapi kamu, bagiku, mengenangmu slalu bisa membuatku tersenyum. Ada satu hal lucu kalo kamu tau, kalo aku lagi di jalan n mataku terasa sangat ngantuk hingga aku hampir tertidur selama nyetir, dengan mengenangmu, aku akan kembali bersemangat, aneh, kamu kayak kratingdeng aja ya, hehehehe tapi itulah kamu bagiku sekarang, masa lalu yang nggak mungkin kuhapus dari ingatanku namun juga nggakbisa kupaksakan diriku berada di dua dunia yang itu masa lalu dan masa kini ku.
Meski sudah berlalu, namun ada banyak hal yang nggak bisa dan nggakmau aku lupain tentang kita, tentang cara pandang kita yang sangat berbeda, dengan kegemaran kita yang sama tentang kopi, tentang rasa yang pernah kita punya yang meski tidak pernah secara langsung kau katakan, tapi did you know that everyone can see it ? nggak Cuma aku..Caramu merengkuhku dalam pandanganmu yang jujur saja sempat membuatku mengumpat dalam hati karena jantungku berdegup sangat kencang. Caramu menyentuhku dan kau yang sangat menghormatiku sebagai aku membuatku melayang seperti aku sedang terbang bersama angin pantai yang sama kita suka.
Kamu yang melepasku dengan caramu yang sangat membuatku menangis sejadinya dan aku yang sangat ingin melepasmu tapi dengan caraku yang mungkin juga membunuhmu itu semakin menegaskan kesamaan kita tentang tempurung kepala kita yang sama kerasnya.
Kamu inget nggak ketika suatu malam dalam coffee talk kita, aku bilang kalo suatu saat aku akan berhenti merokok dan berhijab, saat itulah ketika aku akan menempatkanmu dalam sebuah botol kaca yang akan kubawa kemanapun aku pergi dan hanya akan memandangmu ketika aku merindukanmu karena aku nggak mungkin menghapusmu dan kenangan tentangmu dari hati dan ingatanku. Saat itulah aku akan menempatkanmu dalam sebuah tempat yang begitu istimewa di hatiku, yaitu “kenangan”.
Taukah kamu begitu banyak pantai yang sangat ingin kudatangi bersamamu dan bermacam rasa kopi yang ingin kubagi bersamamu, hey by the way, i’ve just got a pack of african coffee from my friend, really wish to share cups of that coffee together with you, but i knew that that’s impossible now. Tapi aku berharap suatu saat kamu memenuhi permintaanku untuk kamu traktir aku minum kopi, i don’t care where and when it would be. Mungkin ketika kamu sudah memaafkan aku, atau mungkin ketika kamu sudah sangat muak denganku, we never know..
Menuliskan tentangmu, ini salah satu caraku untuk melepasmu karena saat ini aku sedang sangat merindukanmu.
 
Sincerelly yours, Me.
 
***************************
 
 

Emailmu suatu hari, ini sudah email ke sekian yang selalu kau kirim untukku dan yang selalu tidak pernah kubalas. Aku tau ketika aku membalas email ini akan semakin menyakitkan kita berdua. Kita tau apa yang sekarang terjadi pada kita sama sulitnya buat kita berdua.

Pagi, dalam hati aku sangat ingin menemuimu ketika aku melintasi kantormu dan yup ! kita bertemu.
Aku “Hai, gimana kabarnya?”
Kamu “Baik, ngapain pagi-pagi kemari?”
Aku “Emmmh ini, ada perlu sedikit sama orang personalia kantormu”
Kamu “Ohh..good luck ya”
Aku “Thanx..nggg aku jalan duluan ya, bye”
Kamu “Bye..”
Aku “Enggg Em, habis ini kamu kemana?”
Kamu “Aku di kantor aja sih, kenapa?”
Aku “Enggak sih, i just thinking about maybe you have a lil time for a cup of coffee, maybe ?”
Oh shit ! dalam hati aku mengumpat kenapa aku ngomong gitu ?! Aku berharap kamu akan langsung menolak dan pergi dari hadapanku.
Kamu “Nggghh liat ntar ya gimana n jam brapa ini kerjaanku kelar, ntar ku kabari, nomer kamu masih yang lama kan?”
Aku “Oke”
Kamu “Oke, bye Vick”
Aku “Bye..Em” lirih sekali aku menyebut namamu, aku berharap kamu nggak denger.

Dan kamu berlalu menghilang dari pandanganku dari dalam lift yang membawaku ke lantai 3, bagian personalia. Aku langsung tau kalo hariku selanjutnya hari ini akan segera kacau karena pikiranku campur aduk seperti ada kelelawar beterbangan di kepala ku. Aku pikir ‘Apa aku batalin aja ya ajakanku tadi?’ Ck ah.. whatever will be, will be lah..

Drrrttt…getar HP ku, sms masuk dan ternyata dari kamu “Dimana?”
Kubalas “Di depan”
Drrrrttt…balasan dari kamu “Jadi ngopi nggak? Sori lama, agak ribet nih urusannya”
“Kalo kamu nggakbisa nggakpapa kok” balasan sms ku.
Drrrttt…”It’s okey, i need coffee now anyway”
Langsung kubalas, “Okey, aku tunggu di depan ya, pake mobilku aja”
Drrrttt…”Aku bawa mobilku sendiri aja ya soalnya ntar mau langsung pergi ngambil dokumen”
“Okey, aku di parkiran sekarang”

Dari depan mobil aku menunggu kamu dengan jantung berdebar seolah dia mau melompat dari pagar rusuk ku. Begitu melihatmu, gemetar itu sedikit menghilang dan semoga akan semakin memudar. Sampai di cafe tempat kita pertama ngopi bareng, kamu masih dengan pesananmu seperti biasanya, BLACK COFFEE, dan aku pengen menu lain, karena aku pengen kamu tau kalo aku bukan yang dulu lagi, meski ternyata rasa kopi yang kupesen ancur minah ampun dah, nggak lagi-lagi pesen menu ini.

Tiba-tiba seseorang menepuk bahuku dari belakang, Anton teman kita “Hey..cieeee balikan lagi ni critanya?”
Aku “Balikan? Kapan kita putus? Kapan kita jadian?”sahutku spontan.

Asal kamu tau, aku ingin menegaskan bahwa apa yang terjadi diantara kita dulu, itu nggak seharusnya kita lakukan, we knew that from the start, don’t we ?!

Kamu “Hey..!! kemana aja kamu nggak pernah beredar, woeeee udah jadi boss sekarang sombong ya, nggak pernah ngumpul ngopi bareng sama kita-kita lagi.. ya nggak Vick?! Jangan-jangan udah kawin kamu men ?!”kamu menimpali seolah nggakada yang berubah diantara kita, sambil melirik ke arahku.

SIAL, Sekali lagi, SIAL, dadaku masih berdegup sangat kencang hanya karena melihatmu tersenyum.

Anton “Yeee..kirain lu bedua yang udah kawin? Jadi kapan nih rencananya?”
Aku “Rencanaku sih masih lama, tau dah tu si Emily, kayaknya udah deket tuh, kapan Ly? Jangan sampe nggak ngundang kita-kita lho ya..”

Ly ? aku memangggilmu ‘Ly’ ? ow my god, maafin aku Em, aku harus merubah semuanya, aku tau kamu nggak suka aku memanggilmu begitu. Maaf..but i have to..

Anton “Lhoh Ly, kamu mau kawin? Kapan? Tetep sama Victor kan tapinya?”
Aku “Ah ni anak, jangan ampe tu ya didenger laki nya si Emily, bisa perang dunia ke se lima tu gara-gara kamu ngoceh gini”

Hahahahaha … dan kita bertiga sama-sama tertawa. Aku masih bisa melihat rasa heranmu saat mendengarku memanggilmu ‘Ly’. Aku tau aku jahat, tapi seandainya kamu tau, ini juga nggak gampang buat aku. Dan aku harus merubah apapun yang biasanya dari kita menjadi biasanya diantara kita dan teman-teman lainnya. Seperti memanggilmu dengan sebutan yang sama dengan teman-teman kita memanggilmu ‘Ly’. Aku bahkan sengaja nggak memberimu kabar ketika aku opname selama seminggu. Aku harus..!!

Kamu “Eh, sori banget ni ya, kalian lanjutin ngobrolnya ya, i wish to stay but i really have to go, sory..” katamu tiba-tiba. Dan tanpa menunggu persetujuanku dan Anton, kamu segera mengemasi barangmu dan bergegas melangkah. Dan kamu masih sempat melirikku dan “Kamu yang traktir kan Vick? Hehehehe makasih lhooo hahaha bye guys..”
Aku dan Anton serempak “Bye Ly..”

Aku melihatmu berlari ke mobil dan sempat sekilas aku melihatmu mengusap air mata. Maaf Em.. maaf..aku harus dan benar-benar harus melakukan ini. Aku nggakmau kamu lebih terjebak lagi dalam situasi ini yang akan sangat mungkin menyusahkanmu dan masa depanmu. Aku sangat nggakmau merusak rencanamu, apapun itu.

Kembali aku dan Anton ngobrol ngalor ngidul sampai akhirnya aku cerita kalo sebenernya Emily sudah menerima perjodohan yang diatur orang tuanya. So i better step a side dari dia karena aku nggakmau menyulitkan dia. Aku nggak mampu berjuang. Aku terlalu pengecut untuk itu. Aku terlalu takut nggak bisa membahagiakan Emily. Dan Anton yang memang sudah sangat lama menggenalku, hanya bisa bilang “Sabar ya Men..gua yakin lu pasti bakal dapet pengganti Emily, ya mungkin nggak kayak dia, karena nggakada dan enggak akan ada yang sama”
Aku hanya bisa tersenyum meski kecut.

Aku dan Anton akhirnya cabut dari cafe itu karena kami harus kembali ke kantor kami masing-masing. Aku hanya berdoa dalam hati semoga sisa hari ku hari ni nggak akan kacau setelah pertemuan kita tadi.

Aku segera memacu mobilku kembali ke kantor dn owhh shit, aku merasakan perutku kembali mual, sial, penyakit ini selalu menyerangku di saat aku sedang membutuhkan kekuatan lebih…

 
gresik, 31102012, fatimah

About imexplore

Im trying to exploring some things to explore. Sebatas kemampuanku menjelajahi dunia bersama hati dan fikiranku.
Gallery | This entry was posted in belajar cerpen, Kopi Hitam ku and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Kemarin, Hari ini, dan Esok

  1. diceritakan dengan sudut pandang tokoh yang berbeda dari sebelum2nya…
    kontradiksi dengan the real storynya …hehehehe
    sempat gak dong awal2e..
    tapi tetep, i’m your big fans mbak, exactly all of your story…hehehehe

    # kurang okeh…..
    I hope Vicktor will be happy with someone other better than Emily…or get the better for them..:*

    • imexplore says:

      hahaha isin aku..
      kurang okeh ?? ojo okeh2, mengko ndak watuk :p hahaha lagian yo, ngarang fiksi ki lebih mumet je dari pada non-fiksi. kalo non-fiksi kan tinggal ngeling2 what was happened, ha nek fiksi ini create fake things, halahhh..

      Soal sudut pandang memang sengojo di bikin beda, cari suasana baru, hehehe

  2. hahahaha…
    cen hooh mbak
    gawe certa fiksi ki meguras emosi, pikiran dan perasaan,…:D

    hahaha…
    penasaran aku sakjane

  3. imexplore says:

    hahahaha lwih gampang nulis suket-suket an, banyak literatur e.
    nek masalah hati ki sangat absurd, hahahahahaha preeet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s