Exploring Perkebunan Kopi Kayumas, Situbondo, Jawa Timur

Offroad di Kebun Kopi Kayumas

Offroad di Kebun Kopi Kayumas

Perkebunan Kopi Kayumas merupakan salah satu Perkebunan Nusantara yang pengelolaannya di bawah PTPN XII. Perkebunan ini masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Arjasa, Situbondo, Jawa Timur. Berada di ketinggian 1300 – 1600 m dpl, jadi bisa dibayangkan dinginnya suhu di sini, saya sampai hari ini, tanggal 4 Januari, masih biduran, hahaha..

Terletak sekitar 70 KM (kayaknya lebih banget deh) dari kota Situbondo menuju Kayumas, dan untuk mencapai Afdeling (seksi/bagian) Plampang tujuan saya, dimana kawan saya, mas Maman, adalah Zindeer (Asisten Tanaman) di sana yang ternyata berada paling ujung, kita harus meniti jalan offroad yang sangat seru, tapi ajaib, karena begitu memasuki Afdeling Plampang berubah menjadi jalan desa yang sangat manusiawi dan ramah pantat.

Long weekend akhir taun 2012 menuju tahun baru 2013 ini, saya main ke Kayumas. Dari rencana yang hanya 2 hari ternyata molor jadi 4 hari karena rencana awal saya ke Madura yang enggak jadi dan karena tempat ini memang sangat menawan untuk dikunjungi, diexplore dan dijelajahi. Whaddan excelent place! Tahun baru kali ini benar-benar lain dari tahun baru yang biasanya saya lalui dengan hingar bingar kembang api dan gemerlap kota, kali ini saya lewati dalam ketenangan dan kesejukan alam. Dan ajaibnya lagi, di Kayumas ini, meskipun jauh dari “peradaban” tapi saya tetap bisa menikmati pesta kembang api di halaman rumah sang tuan rumah, bagaimana tidak, halaman rumah pak Zindeer ini mempunyai best view berupa lembah dimana kita bisa memandang kota Situbondo jika cuaca cerah atau terang. Kalo di teras terlalu dingin, dari balik jendela ruang tamu pun kita bahkan bisa menikmati suasana kota di bawah sana hingga ke batas cakrawala pesisirnya. Tempat ini adalah salah satu bocoran surga…

Sabtu pagi 29 Desember 2012, saya berkendara motor dari Gresik menuju Terminal Purabaya (Bungurasih) Surabaya, dilanjut dengan bus jurusan Surabaya-Probolinggo (15 ribu rupiah) kira-kira 2 jam, turun di terminal Probolinggo, dilanjut bus jurusan Probolinggo-Situbondo (12 ribu rupiah) kira-kira 2 jam dan kemudian saya dijemput dengan motor trail pak Zindeer, wooohhh..ini istimewa men…! Seumur-umur baru kali ini saya naik motor trail, hahahaha ndesoo…satu, dua, tiga, empat jam? Entah berapa lama perjalanan dari terminal Situbondo sampai Plampang, yang saya rasakan saat itu antara takjub, pantat tebas, dan takut, karena kami tiba dan masuk ke area perkebunan sudah mulai gelap dan hujan. PLUS bonus pohon tumbang di tengah perjalanan, tapi untungnya tumbangnya tidak menutup total jalan. Hari-hari berikutnya saya tidak ingat lagi berapa jam saya dibonceng trail mengelilingi perkebunan kopi yang menurut saya lebih seperti hutan kopi ini karena saya terlalu takjub hingga saya nggak bisa berhenti tersenyum dan teriak “ini kebon kopi !!!” ato “wahhh… rasanya kayak di hutan !!!” hahaha ndeso tenan aku…

Malam itu, begitu tiba di rumah dinas pak Zindeer, saya langsug disuguhi welcome coffee yang muantaaappp, made and served by Mr. Zindeer. Dan selama di sana, saya puas minum kopi sebanyak saya mau, hahaha sekali lagi “Ini kebon kopi !!!”

Kiri : Kopi arabica Kayumas.Kanan : Rumah dinas Pak Zindeer Maman.

Kiri : Kopi arabica Kayumas.
Kanan : Rumah dinas Pak Zindeer Maman.

Minggu, 30 Desember 2012, saya diajak keliling sekitaran perkebunan, dikasih tunjuk mana yang area perkebunan, mana yang area hutan. Menurut saya, tetep ini hutan kopi, metode penanaman kopi dengan cara tumpang sari membuat tempat ini tetap terjaga kelestarian dan kerimbunannya. Kami berkeliling pengamatan burung PLUS bonus pengamatan primata (Lutung dan Kera ekor panjang) dan mamalia (Jelarang). Dari informasi mas Maman, Lutung jawa di Jawa Timur, jika dia terlahir dalam versi warna merah, maka sampai dewasa pun tetap berwarna merah, lain dengan Lutung di daerah lain yang meski dilahirkan berwarna merah, ketika dia dewasa akan berubah jadi hitam. Kok bisa gitu ya??

Satu hal yang langsung menarik perhatian saya ketika memasuki area Kayumas ini, selain tanaman kopi tentunya, yaitu papan bertuliskan peringatan larangan berburu dan himbauan untuk melestarikan alam. Mas Maman yang sejak 2003 sudah menjadi suporter ProFauna ini ternyata meskipun kini hidup jauh di kedalaman hutan ternyata masih tidak bisa berpangku tangan, berhenti berperang melawan perburuan satwa liar dan selalu menyebarkan ajakan untuk melestarikan alam diawali dari rumah nya. Bisa dilihat dari halaman di sekitar rumahnya, ada kolam ikan kecil di halaman kanan persis di sebelah pohon kering yang ditumbuhi rumpun anggrek Vanda tricolor, kebun sayur dan buah di belakang rumah, halaman depan yang penuh tanaman bunga dan stroberi. Juga kepada “warga negara” sebutan dia untuk karyawan yang tinggal dan bekerja di afdeling Plampang, rekan-rekan sesama Zindeer, warga desa tetangga dan mungkin siapa saja yang dia temui di sana.

Papan larangan berburu satwa.Dokumentasi : Maman Arif

Papan larangan berburu satwa.
Dokumentasi : Maman Arif

Perkebunan ini juga mempunyai padang savana luas yang menghampar di seberang lembah, saya menyebutnya “bukit teletubbies” hehehe dan disanalah kami menemukan sehelai rontokan bulu merak hijau.

Bulu Merak hijau

Bulu Merak hijau

Siang menjelang hujan, suasana berkabut dan basah, tiba-tiba seekor Meninting besar melintas di track pulang kami, ya tuhan… sudah lama saya naksir burung itu dan semakin jatuh cinta ketika bertemu lagi di tempat ini. Sayangnya penjelajahan hari ini harus terhenti hanya sampai siang karena hujan yang cukup deras.

Menurut mas Maman, tempat ini mempunyai iklim yang tegas, maksudnya, ketika kemarau, tempat ini benar-benar panas bersuhu tinggi di siang hari dan ketika musim hujan suhu udara bisa sangat dingin dibawah 15°C sepanjang hari dan hujan bisa datang kapan saja sekehendak Tuhan melalui alamnya.

Kami pun segera kembali ke “villa”, minum kopi, dan ngobrol banyak hal. Saya banyak bertanya tentang apa saja yang baru saya temui dan membuat saya terkagum-kagum. Mas Maman banyak bercerita dan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya tentang bagaimana kondisi hutan, perbedaan status perkebunan dengan hutan, tentang perburuan satwa, dan terutama tentang jenis-jenis burung yang ada.

Ini belum seberapa, kalo mau liat selengkapnya dateng sendiri ke Kayumas, hehehe..Dokumentasi : Maman Arif.

Ini belum seberapa, kalo mau liat selengkapnya dateng sendiri ke Kayumas, hehehe..
Dokumentasi : Maman Arif.

Senin, 31 Desember 2012, saya diantar menuju Hutan Cagar Alam Gunung Ijen tempat dimana teman-teman Tim Release Elang Jawa “SILVIA” sedang monitoring habituasi Elang jawa, masih dengan trail nya yang uyeee itu dengan menempuh jarak 1,5 jam. Kami bertemu teman-teman pengamat burung yang selama ini hanya berjumpa di dunia maya, akhirnya kopi darat di Ijen. Kami juga sempat diajak ke kandang habituasi si “Silvia”, digigit pacet, melihat dan mengobrolkan perkembangannya, dan tentu saja ngopi bareng di “Warung Bu Im” di pinggir pelataran parkir Kawasan Wisata Kawah Ijen. wah Bu Im ? bu Imey kah? hahaha..

 
Kopi, Sahabat, Coffee talk.Selalu hangat meski dalam dingin udara sedingin Ijen.

Kopi, Sahabat, Coffee talk.
Selalu hangat meski dalam dingin udara sedingin Ijen.

Silvia si Elang jawa di kandang habituasi.Lokasi : Hutan Cagar Alam Gunung Ijen.

Silvia si Elang jawa di kandang habituasi.
Lokasi :  Cagar Alam Gunung Ijen.

Mejeng di Air terjun belerang Gunung Ijen

Mejeng di Air terjun belerang Gunung Ijen

Sore hari kami kembali ke Plampang, mampir ke air terjun yang ber-belerang, poto-poto.. hehehehe.. dan saya nggak nyangka ternyata air belerang itu kalo terkena luka perihnya minta ampun, saya baru tau dan ngrasain itu.

Kebun Pancur Angkrek

Papan tanda masuk Kebun Pancur Angkrek

Setelah itu kami melewati jalur yang berbeda dengan jalur berangkat kami. Kali ini saya dibawa melintasi kebun Pantjoer Angkrek lengkap dengan kawasan hutannya yang masih perawan, murni hutan. Sangat menawan ! Beberapa anggrek pun kami jumpai dan saya langsung berharap saat itu ada Asat, Imam dan Fian disana untuk identifikasi anggrek apakah gerangan?? Jalur offroad yang lebih menantang, ohhh i wish i have a trail bike now.. kaki saya bocel-bocel berdarah terkena sabetan dan sayatan ranting tajam dan duri-duri jalanan, tapi itu sangat sebanding dengan pesona alam yang saya nikmati sore itu, bahkan nggak ada apa-apanya dengan bonus beberapa jenis burung yang saya temui,meski hanya sekelebat, namun sangat membuat saya dendam pengen kembali ke sana. Ayam hutan hijau, Delimukan jamrud, Paok pancawarna, Luntur.sp, Takur bututut, seperti kaleidoskop akhir taun yang mengiringi perjalanan kami.

Melarat (Mengamati Larat) sampai ke Kayumas

Melarat (Mengamati Larat) sampai ke Kayumas

Malamnya kami menikmati pesta kembang api dari jendela ruang tamu rumah pak Zindeer, gemerlapnya sampai ke tempat ini, tanpa berisik lagi.

Selasa, 1 Januari 2013, pagi saya diantar kembali ke terminal Situbondo dengan bonus Julang emas (meski cuma dikasih kelebat pantatnya), burung yang saya tunggu-tunggu bakal nongkrong di ranting kering seberang lembah depan rumah itu ternyata baru muncul di hari terakhir. Bener-bener bikin tambah dendam aja tempat ini.!!

Kira-kira setengah jalur Kayumas, kami di guyur hujan yang cukup deras dan kabut, hmmm…
Hingga keluar gerbang Kayumas pun masih hujan, melewati hutan jati dan tiba2 saya di-ampir-kan ke tepi jurang, ohhh thanx god bukan untuk dijorokin :p tapi malah saya dikasih lihat tebing batu yang di dindingnya terdapat lubang-lubang yang diduga sarang sesuatu oleh mas Maman. Tapi yang ada dalam pikiran saya adalah “kira-kira bisa dipanjat gak ya itu tebingnya??” hehehe

Dan dalam beberapa hari saya di Kayumas, dan sedikit mlipir ke Pancur Angkrek saya mengamati burung berikut :
1. Cucak kutilang / Pycnonotus aurigaster / Sooty-headed Bulbul
2. Kacamata biasa/ Zosterops palpebrosus / Oriental White-eye
3. Kapasan.sp / Lalage.sp
4. Layang-layang loreng / Hirundo striolata / Striated Swallow
5. Wiwik kelabu / Cacomantis merulinus / Plaintive Cuckoo
6. Takur tenggeret / Megalaima australis / Blue-eared Barbet
7. Jinjing batu / Hemipus hirundinaceu / Black-winged Flycatcher-shrike
8. Munguk loreng / Sitta azurea / Blue Nuthatch
9. Sepah gunung / Pericrocotus miniatus / Sunda minivet
10. Sikatan ninon / Eumyias indigo / Indigo Flycatcher
11. Bentet kelabu / Lanius schach / Long-tailed Shrike
12. Sikep madu asia / Pernis ptilorhynchus / Oriental Honey Buzzard
13. Burung madu sriganti / Nectarinia jugularis /Scaly-breasted Flowerpecker
14. Cipoh kacat / Aegithina tiphia / Common Iora
15. Meninting besar / Enicurus leschenaulti / White-crowned Forktail
16. Serindit jawa / Loriculus Pusillus / Yellow-Throated Hanging Parrot
17. Elang ular bido / Spilornis cheela / Crested Serpent Eagle
18. Ayam hutan hijau / Gallus varius / Green Junglefowl
19. Tepekong jambul / Hemiprocne longipennis / Grey-rumped Treeswift
20. Caladi ulam / Dendrocopos macei / Fulvous-breasted Woodpecker
21. Tekukur biasa / Streptopelia chinensis / Spotted Dove
22. Srigunting kelabu / Dicrurus leucophaeus / Ashy Drongo
23. Uncal.sp / Macropygia.sp
24. Takur tohtor / Megalaima armillaris / Flame-fronted Barbet
25. Paok pancawarna / Pitta guajana / Banded Pitta
26. Delimukan zamrud / Chalcophaps indica / Emerald Dove
27. Julang emas / Aceros undulatus / Wreathed Hornbill
28. Perenjak sawah / Prinia familiaris / Bar-Winged Prinia
29. Cinenen jawa / Orthotomus sepium / Olive-backed Tailorbird
30. Kepudang kuduk hitam / Oriolus chinensis Linnaeus / Black-naped Oriole
31. Sepah kecil / Pericrocotus cinnamomeus / Small Minivet
32. Bubut.sp / Centropus.sp
33. Elang hitam / Ictinaetus malayensis / Black Eagle
34. Cekakak sungai / Todirhampus chloris / Collared Kingfisher
35. Walet sapi / Collocalia esculenta / Glossy Swiftlet

Primata :
1. Lutung jawa / Trachypithecus auratus / Javan Lutung
2. Monyet ekor panjang / Macaca fascicularis / Long Tailed Macaque

Mamalia :
1. Jelarang / Ratufa bicolor / Black Giant Squirrel.

Anggrek :

1. Anggrek….(un-identificated) yet

2. Spathoglotis plicata

3. Anggrek….(un-identificated) yet

4.  Vanda tricolor

Ngengat :

Banyak sekali dan saya belum mampu mengidentifikasinya.

Kupu-kupu :

Buanyaaaaaaak sekaliiii, next trip i hope to explore it

Suara misteri :

howwhhhh seperti memenuhi kepala saya…

Buayakkk sekali suara burung yang baru saya dengar dalam hidup saya di sini..

Herannya, kata pak Zindeer bilang kalo masih ada banyak spot pengamatan burung yang katanya lebih keren dan menantang yang belum dikasih tunjuk ke saya, wah wah..nantang gelut wong iki..

Terimakasih Pak Zindeer Maman atas pengalaman yang menantang dan sambutan warga Kayumas yang hangat.

Suatu saat saya pasti akan kembali ke kebun kopi ini..

trip to Kayumas-Ijen

trip to Kayumas-Ijen

Jejak langkah

Jejak Langkah

I don’t mind to be “muddy n dirty” for an adventure.
And i know now how does a cup of coffee could gives us spirit n makes us warm in every single slurp or even from it’s smell,coz it comes from the fully hearted people’s hands.

Selamat tahun baru 2013, fatimah🙂

About imexplore

Im trying to exploring some things to explore. Sebatas kemampuanku menjelajahi dunia bersama hati dan fikiranku.
This entry was posted in I catch the birds, Kopi Hitam ku, Perpustakaan Alam and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

12 Responses to Exploring Perkebunan Kopi Kayumas, Situbondo, Jawa Timur

  1. azaabdullah says:

    weh jan. ngasi rai-mu yo melu2 un-ident Yu. hahaha,,

  2. nazar says:

    kapan-kapan tak melu mrono mba hehehee

  3. imexplore says:

    suwun dulur pecuk..
    cup cup muah :-*

  4. Mantap mbakyu! Link blog-ku yo hehehe😀

  5. Rovi says:

    Wah ada yang berpetualang ke Plampang.
    Itu tempat kecil saya sampai kelas 6 SD tahun 95, tapi masih ortu masih kerja diplampang sampai 99 terus dipindah ke kayumas, pensiun tahun 2012. Waktu SMP pulang ke plampang kalau libur sekolah.
    Disana banyak warga yang masih saya kenal. Kalau Sindernya biasanya ganti-ganti.
    Terakhir kesana waktu lebaran 2014 kemarin.

    Kalau mau kesana lagi bisa bareng, posisi saya sekarang di Surabaya.

    • imexplore says:

      Ih, saya domisili di gresik..
      Senangnya ketemu dengan orang yg punya kenangan dengan tempat yg sama ^^
      Iya, zindeer nya memang berganti2, pak Zindeer Maman teman saya pun skarang sudah pindah ke Kebun Blawan.
      Kapan2 bisa rame2 ke Plampang kita, pasti seru..

  6. salam kenal dechhhh
    kapan nih ke ijen lg …… aku sekarang lg belajar tentang burung di kawah ijen

    • imexplore says:

      Salam kenal juga…😉
      Selamat terbang kalo gitu, semoga menemukan keseruan bersama burung-burung Ijen.
      Owhh…anggrek nya juga oke banget lho di Ijen..

      Belum tau kapan mau ke Ijen lg, nunggu rejeki jodoh sama nunggu anak siap (skrg msh blm tega, br 1 tahun 7 bulan)
      Bulan kemarin mau ke Ijen tp gagal krn bbrp kendala.
      Yahhh moga2 secepatnya bisa ke Ijen, kangen sayur pakis nya bu Im, hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s