Wang Sinawang

Membaca tulisan di blog seorang kawan yang dia (Swiss namanya) beri judul “Metode Sabar” malah membuat emosiku semakin memuncak; sejenak; kemudian saya keluar ruang komputer dan menuju tempat persembunyian baru ku yaitu GUDANG. Dan sorenya, seperangkat komputerku beserta printer dan speakernya sudah pindah keluar ruang komputer, hehehehe nggak perlu banyak kata buat ngrespon orang yang kebanyakan bacot. Istilah jaman remaja saya “Thes pok !!” sekali pukul telak pada sasaran…

Ya, saat ini saya diberi kepercayaan untk membantu mengelola dan mengurus aset kantor alias jadi Pembantu Pengurus Barang😀 Sebuah jabatan tanpa eselon yang menurut saya masih prematur. Siapa sih saya? saya bahkan baru berapa minggu lalu trima Surat Keputusan (SK) PNS, saya bahkan belum dilantik dengan sumpah janji PNS. Masih banyak senior-senior di kantor yang sawangane (kelihatannya) lebih pantas dapet SK bertanda tangan bupati itu.

Dan ketika saya curhat pada salah satu Kasubag di kantor saya, beliau mengatakan “Lho gakpopo wuk, iku artine sampeyan dipercoyo mampu ngehandle pekerjaan itu, enak kok, engkok entuk honor bulanan” bahasa indonesia nya begini “Lho nggakpapa nak, itu artinya kamu dipercaya mampu melaksanakan pekerjaan itu, enak kok, nanti kamu dapat honor bulanan”.

Dalam hati saya mengumpat seribu sumpah serapah “untunya..!!! honor sama resiko apalagi beban moral nya nggak sebanding, Nyah…”.

Bayangan pekerjaan mengurus logistik di pekerjaanku beberapa tahun lalu kembali meng-kaleidoskop di pelupuk mataku, kebayang tumpukan kardus menyentuh plafon, kotak-kotak excel berisi angka yang harus saya update minimal seminggu sekali, selisih angka dengan stok opname, resiko lain rasanya tidak etis kalo saya tulis di sini hehehe… Berkali-kali saya menghela nafas panjang, berusaha memasukkan semua sisa oksigen yang ada di kota ini ke paru-paru saya. Tetep nggak berhasil. Masih sesek.

Jujur saja, saya merasa takut, takut prematur, takut belum pantas, takut memancing iri, merasa sungkan pada rekan-rekan yang lebih senior. Dan benar saja, ketakutan saya terbukti ketika seorang rekan di kantor nyeletuk “Ojok dikiro enak-enakan kon..iku ngono mene urusane ambek BPK, KPK ambek Inspektorat kon !!!” dalam bahasa indonesia artinya “Jangan ngerasa enak-enakan dulu kamu, itu ntar urusannya sama BPK, KPK dan Inspektorat kamu !!!” saya memberi penekanan dengan tiga tanda seru (!) karena rekan saya itu mengatakan dengan nada penuh kebencian dan sinis.

Kali ini saya tidak banyak komentar menjawab kalimat sinis rekan saya itu. Karena memang rekan saya yang satu itu, di matanya saya nggak pernah sekalipun BENAR. Saya hanya menyetel MP3 dengan volume yang sengaja saya lebih keraskan dari yang sepantasnya seseorang menyetel musik di kantor. Dalam hati saya membatin “KPK ndhas mu, su ! lha prasane kene ki kate lapo?!” – untuk yang nggak paham bahasa jawa timur-an, sory, yang ini saya nggak akan terjemahkan dalam bahasa indonesia, hehehehe :p

Kejadian se-tipe dengan yang terjadi ketika saya ngisi BBM di SPBU, saya dengan plat merah, tidak perlu mengantri hingga mengekor naga untuk mengisi BBM karena saya berada di deretan pompa pertamax gan !😀

Orang yang sedang mengantri di pompa premium mungkin akan membatin “enaknya pake plat merah, nggak perlu antri kayak rakyat biasa” tanpa mereka tau betapa beratnya beban mengendarai kendaran amanah negara ini. BBM seharga dua kali lipat, nggakbisa mampir ngopi sembarangan sepulang kantor, menarik stang gas pun harus normatif.

Suatu hari teman saya berkata “Koncoe awak ndewe sak angkatan iki sing paling pesat perkembangan karir e ki yo si imey, gurung setaun setengah wes dicekeli plat abang.” artinya “Teman kita seangkatan tu yang paling pesat perkembangan karirnya ya si imey, belum satu taun setengah udah dikasih kendaraan plat merah.”

Untuk teman-temanku seangkatan, kalian mungkin nggak pernah tau ketika aku semampu otakku membaca buku-buku tebal membosankan yang isinya peraturan-peraturan dengan tata bahasa EYD sekaleeee..dengan satu-satunya gambar yang ada adalah gambar garuda pancasila, hanya untuk supaya otakku nggak tumpul, mampu mencerna dengan logika apa-apa yang ada di hadapanku. Kalian mungkin nggak tau ketika aku berusaha sekuat tenaga menolak “ceperan” yang kalian tunggu-tunggu dengan harus tetap menyunggingkan segaris senyum meski saya sangat merasa tersinggung karena saya tidak merasa semiskin itu hingga harus menerima yang bukan hak saya.

Kalian mungkin nggak pernah tau ketika aku harus pulang lebih dari jam sepuluh malam tanpa uang lembur sementara kalian mungkin sudah bisa beribadah dengan tentram, membaca wiridz, tadarus dengan keluarga. Sumpah, aku iri dengan itu.

Kawan, mau nggak mau kita harus mau melakukan apa yang disebut “Pengabdian”. Kita nggak bisa menolaknya, itu sudah seperti fitrah bagi kita. Kalian hanya akan terlihat konyol ketika kalian merasa bangga karena nggakmau repot-repot “mengabdi”.

Mungkin kita masuk di tahun angkatan yang sama, meskipun aku harus tertinggal beberapa bulan dari kalian karena suatu “urusan birokrasi” yang tidak harus kalian alami. Mungkin kita sama-sama memakai seragam yang sama. Kalo sekarang kita duduk di kursi yang berbeda, itu bukan tanpa proses.

Nggak ada sesuatu yang instant dan selalu serba mudah bahkan ketika kita anak bupati sekalipun, mas bro dan mbak bro..

About imexplore

Im trying to exploring some things to explore. Sebatas kemampuanku menjelajahi dunia bersama hati dan fikiranku.
This entry was posted in Kopi Hitam ku and tagged , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Wang Sinawang

  1. antunk says:

    Betul Mbak Bro, Sawang-si-Nawang.
    GoodJob!

    temenku malah ada yg sudah “dicekeli mobil roda papat plat abang”, sangar to… tapi subhanallah… perjuangannya masyaAllah pokoke.

    Lanjutkan!

  2. imexplore says:

    hahaha amin…
    aku naksir jip jangkrik kui lho, hehehe
    cilik, prekis, manis dinggo cewek😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s