Petualangan baru itu berlabel Pernikahan

 

Foto by : Tanto Photo Art

Foto by : Tanto Photo Art

 

Pernikahan adalah sebuah petualangan;

Mungkin kalimat itu yang ada dalam benak saya sekarang tentang persepsi sebuah pernikahan. Saya yang notabene belum pernah sekalipun menikah sebelum pernikahan dengan suamiku ini, sama sekali nggakpunya pengalaman tentang sebuah pernikahan, bahkan membayangkan dan ber-andai-andai saja, imajinasi saaya buntu, karena perjalanan masing-masing pasangan itu berbeda-beda.

Pernah saya menyatakan kalo saya akan mengurangi kegiatan saya di luar terutama “mbolang”, itu saya ungkapkan pada salah seorang sahabat saya beberapa minggu sebelum saya menikah. Dan sahabat saya itu bilang kalo saya masih bisa tetep “mbolang” kok meskipun udah nikah, dan dia bilang kalo saya nggak perlu membatasi diri. Well..sahabat saya itu bujang juga, artinya kami sama-sama sok tau tentang pernikahan. Dan ternyata kami sama-sama salah. hahahaha

Waktu itu saya menganggap kalo saya harus membatasi diri untuk kegiatan di luar, ternyata saya salah besar, saya waktu itu lupa memperhitungkan faktor bahwa “Suami saya juga suka outdoor activity” dan semakin ke sini dia secara perlahan seolah sudah mulai mengambil dunia saya. Dia mulai “moto manuken”, Dia jadi lebih “moto capungen”, Dia sekarang lebih “nyangkrukan dan ngopian” dari pada saya padahal dulu dia nggak suka kopi, Dan yang membuat saya lebih galau adalah Dia sekarang jadi suka motret, pake kamera saya lagi, yang dulu waktu saya pengen beli dia bilang gak usah, buat apa? Hobi boros, bla bla bla dha dha dha…Look what he’s done now !!!

Waktu itu sahabat saya bilang kalo saya nggak perlu membatasi diri dari kegiatan di luar. Men, lu salah juga, gede lagi salah lu, sok tau sih padahal bujang juga, hahahaha… ternyata setelah menikah itu, nggak cukup diri sendiri untuk menentukan keputusan apakah saya akan mengurangi mbolang ato justru malah lebih “gila petualangan”. Karena setelah menikah, jangankan untuk melangkah keluar, untuk membuka pintu aja bisa melibatkan pertimbangan 2 orang, itulah kenapa setelah menikah status menjadi “sepasang”. Dan ternyata aku dan pasanganku itu Men, saling bergantian mencetuskan ide kemana kami weekend ini akan pergi, bijimane rem bisa pakem noh ??

Faktor-faktor itu yang akhirnya membuat rem saya untuk mengurangi kegiatan di luar akhirnya “blong”, lha gimana enggak ? baru hari minggu 26 Mei 2013 kami akad nikah, selasa 28 Mei 2013 malam kami sudah berangkat ke Bali. Bahkan tamu di rumah saya belum habis. Ngerem mbolang dari mane boss??? Hahahaha

Semalam dan sehari di Bali, kami menginap di villa teman kami, tapi meski begitu kami dan teman kami itu jarang ketemu karena dia sedang sangat sibuk dengan urusan bisnis nya. Karena nggak mau lebih merepotkan dan hehehe kami juga butuh waktu private, malam ke dua di Bali kami sudah packing untuk pagi nya berangkat ke Gili Trawangan.
3 malam dan 2 hari di Gili Trawangan meski kami belum puas karena keterbatasan waktu kami, akhirnya kami balik lagi ke Bali, kami juga nggak enak karena kami belum punya waktu lama untuk haha hihi dengan si empunya villa, ini agak janggal karena kami nginep di tempat yang kami bahkan sangat jarang ketemu dengan nona rumah nya, apalagi tuan rumahnya, malah dia nya mudik ke ostrali dan baru balik ke Bali sehari setelah kami pulang dari villa dia, sedih juga gakbisa ketemu, tapi mau gimana lagi.dari pada urusan sama negara ruwet ??!!

Senin siang tanggal 3 Juni 2013 kami pulang ke Gresik via Juanda Airport Surabaya. Beberapa hari sebelumnya rekan kantor saya telfon waktu kami sedang makan siang di Pulau Gili Air, ciyeeeee gaya bener makan siang di pulau😀 .. kata dia, hari selasa teman-teman kantor mau pada datang ke rumah, nah looo… pesen catering di mana yang bisa dengan waktu sesingkat setengah hari gitu coba?? Akhirnya begitu sampai Gresik, kami langsung belanja bahan makanan, perabotan makan, tikar dan bonus bersih-bersih rumah, ho ho ho ho whatta day..

Meski sisa tenaga kami nggak banyak, tapi semangat kami full teng ! dan kami pun cukup sukses menjamu para tamu di rumah Gresik dengan masakan ala kami, sederhana namun hangat, buktinya sampe hari minggu 9 Juni 2013 tamu kami nggak berhenti berdatangan. Meski “awak legreg” kalo bahasa nya orang Jawa Timur, tapi kami sangat happy.
Menu ala kami  :
Semur ayam
Tumis baby corn dan telur puyuh
Sop ayam jamur
Sambal tomat
Oseng-oseng mercon
Jamur crispy
Sop sayur
Telur balado

Ayam goreng

Sambel mentah

Pisang coklat keju

Keluarga Jogja datang ke rumah Gresik dilanjut silaturahmi ke keluarga Surabaya, tapi meski cuma sehari, kami menyempatkan waktu untuk nyebrang ke Pulau Madura via Jembatan Suramadu, hehehe i think i was born from adventurer family😀

Hari minggu ketika tenaga kami benar-benar sudah terkuras, tiba-tiba dapat kabar kalo rombongan teman-teman panjat tebing pada mau datang,hyaaaa ta ta ta ta …

Memang benar, Pernikahan adalah sebuah petualangan. 

 

fatimah, sambil menunggu buka puasa bersama suami, Class5 Recreational Climbing Gym Cafe.

 

About imexplore

Im trying to exploring some things to explore. Sebatas kemampuanku menjelajahi dunia bersama hati dan fikiranku.
Gallery | This entry was posted in Belajar nge-blog, Catatan hari Jum'at, Kopi Hitam ku and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Petualangan baru itu berlabel Pernikahan

  1. baluran and me says:

    iku foto prewedmu me? wkwkwkwk kok nyimpluk ngono😛

  2. *ngikik karena hampir mirip. Tamu di rumah belum habis, 2 hari habis nikah kami malah cabut ke Aceh. Sampai nyeberang pula ke Pulau Weh dan tancap trus sampe km Nol! haha parah ye. Something i never imagined before :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s