Kejutan manis ke dua

11925838_965986436822059_96347714_n

Subhanalloh, Alhamdulillah, Allohuakbar.

Senin malam.
Sekitar jam 10-an malam, suami keluar rumah, anak udah tidur.
Saya??? kethap kethip belum bisa tidur, dan akhirnya malah nyetrika baju anak saya sambil berharap segera ngantuk.

Tiba-tiba kok rasanya pengen makan lagi. Memang kebiasaan saya kalo perut lapar jadi susah tidur. So, saya telpon suami untuk titip dibelikan makanan nanti saat dia pulang. Saya putuskan Sambelan aja, karena mungkin hanya warung tenda sambelan yang masih buka sampai larut malam, dengan lauk lele atau bebek goreng, jangan ayam, karena di rumah sudah ada ayam kalo mau nggoreng.

Tiba-tiba lagi, perut kerasa mual, super mual sampai nggakbisa ditahan, dan akhirnya saya pun muntah. Soto kikil favorit yang saya makan tadi bersama Saffanah anak pertama saya pun habis termuntahkan.
Setelah minum dan perut terasa agak lega, saya telpon suami lagi, nambah titipan test pack. Dan minta dia pulang SEKARANG !!!

Sesampai suami di rumah, saya langsung makan nasi lele sambelan tadi dengan lahap sampai habis.

Suami saya cuma senyum-senyum sambil tanya,
“Opo o Buk? kok njaluk tukokno tespek ? meteng ta?”
(Kenapa Bu? kok minta dibelikan test pack? hamil kah?)
Saya : “Nggaktau, tapi tadi barusan muntah, trus skarang rasanya laper banget.
Masak iya ini minta sambelan ini ngidam ya Pak ?”
Suami : “Ah, ya namanya orang habis muntah ya pasti laper buk, lagian kamu lho nggak pernah ngidam makanan, ngidam mu itu lho travelling, liat tu anak mu sekarang, dikit-dikit maunya jalan-jalan aja”
Saya hanya bisa cekikikan tanpa bisa membantah maupun menyangkal, karena memang bener apa kata suami saya.

Pagi, bangun tidur, langsung masuk kamar mandi, sudah mau pipis, saya tahan demi ngambil lagi test pack yg dibelikan suami saya semalem.

Saya lakukan sesuai prosedur testing nya, dan hasilnya muncul dua garis merah yang artinya positif hamil.
Dasar mata masih ngantuk, dan merasa semalam minum vitamin jadi pipis berwarna agak kuning yang menurut saya mungkin aja lebih asam, padahal nggaktau, hahaha…Jadi saya ulangi lagi dengan test pack ke dua. Dan hasilnya tetap dua garis merah.

Berarti beneran positif hamil…Saya hanya berdoa apapunn hasilnya, semoga itu yang terbaik untuk kami saat ini.

Langsung saya bawa masuk hasil test nya, saya tunjukkan ke suami, dan dengan mata ngantuknya dia langsung berucap alhamdulillah lalu mencium saya.

Hati saya langsung galau luar biasa, melow total. Campur aduk antara :
– Saya memang pengen hamil lagi secepatnya.
– Kami memang sudah nggak pakai alat kontrasepsi apapun, karena kami memang sudah ikhlas menerima kalo-kalo nanti saya hamil lagi.
– Tapi saya merasa masih belum puas memanjakan Saffanah ku.
Dan setiap mengingat hal ini mata saya selalu berkaca-kaca.

Pagi itu saya memeluk Saffanah dengan air mata tertahan. Dalam hati saya bertekad untuk lebih sayang pada dia. Saya nggakmau dengan adanya adik, kasih sayang ke dia jadi berkurang.
Saya bahkan berjanji pada diri saya sendiri untuk Saffanah ‘Ibuk nggak akan membagi kasih sayang ibuk untuk Saffanah dan adiknya, ibuk akan menambah supplay kasih sayang ibuk supaya cukup untuk kalian berdua’
Itu janji dan doa saya.

Pagi itu juga kami (Suami dan saya) kasih tau ke Saffa bahwa di dalam perut ibuk ada adek yang lagi bobok. Dan dia seperti menyambut calon adiknya dengan penuh kasih sayang, entah dia paham ato enggak, yang jelas dia selalu mencium perut saya, kadang tanpa alasan tau-tau dia peluk perut saya dan diciumnya lau senyum ke saya.
Nak, andai kamu tau, ibuk jadi tambah pengen nangis ini…

Sungguh kekuatan ini datang dari Alloh melalui Saffanah. Ini membuat saya lebih bersemangat menjalani kehamilan kedua saya.
Saffa yang biasanya minta naik ke perut saya saat dia menyusu ke saya (Saffa masih ng-ASI) tapi sekarang dia sudah nggakmau lagi naik ke perut saya lagi, karena dia tau ada adek di perut ibuk nya.
Sikapnya itu membuat saya selalu ingin menitikkan air mata haru setiap kali mengingatnya. Sungguh anak yang penuh kasih sayang. persis seperti doa kami untuknya setiap saat. ‘Robbii habli minasshoolihiin.. Tuhanku berikan kami anak-anak yang sholih.’

Semoga anak ke dua ini sekuat Saffanah sejak di dalam perut. Karena dia mendapat kasih sayang yang lebih, tidak hanya dari kedua orang tua nya, tapi PLUS dari kakaknya, Saffanah.

Trimakasih Saffanah ku sayang, yang selalu menunjuk ke dadanya sambil menjawab “itu” kalo kami tanya “Kakak cantik mana? kakak pinter mana? kakak sholihah mana?”

Bapak and Ibuk love you sayang.

 

gresik, fatimah, 27 november 2015

About imexplore

Im trying to exploring some things to explore. Sebatas kemampuanku menjelajahi dunia bersama hati dan fikiranku.
Gallery | This entry was posted in Catatan hari Jum'at, Keluarga, Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s