Menari Dalam Puisimu

Pada sebuah lantunan rangkaian kata kau bawa ku menari.

Tanpa peduli badai dan hujan mengiringi gerak kita.

Dalam pendopo itu hanya ada aku dan kamu.

Di sana lah kita melepas rindu

Suatu sore yang mendung kamu datang dengan wajah berbinar seolah kamu baru aja menang lotere semilyar.

Jogjakarta, Mei, 2010.

15843607450560.5223118736556206

 

Hampir sepuluh tahun lalu kutulis ini tentangmu. Aku lupa kenapa dan apa yang terjadi waktu itu. Aku hanya ingat bahwa sore itu aku senang sekali bertemu denganmu.

Sore ini kubuka kembali catatan lamaku dan menemukan ini. Would you be kind to help me describe what was happened that day? Pendopo mana? Apa yang mau kau sampaikan? Kenapa kamu terlihat sangat bahagia?

Years after that day, now, i don’t mean to be rude to not remember about that day. Aku hanya sangat merindukanmu tapi aku sangat sulit mengingat semuanya. Bagai kaleidoskop yang berkelebat sepotong demi sepotong menghampiri ingatanku tapi tetap saja hanya potongan kenangan. Aku sudah nggak mampu menggabungkan potongan-potongan itu, tapi aku juga belum mampu menghapus semuanya. Tidak mudah.

Tidak mudah bagiku, entah bagimu.

 

Fatimah, 16 Maret 2020

About imexplore

Im trying to exploring some things to explore. Sebatas kemampuanku menjelajahi dunia bersama hati dan fikiranku.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s