Buku “Burung Ibu Kota”

April 26, 2012 5 comments

Buku “BURUNG IBU KOTA”

Penduan Mengamati dan Memotret Burung-Burung Jakarta.

Buku kecil yang oleh tim penyusun disebut sebagai “Kado Kecil untuk Jakarta” ini saya dapat langsung dari salah satu penulisnya, yang kebetulan sahabat saya Ady Kristanto ketika dia sedang mengunjungi keluarganya di Jogja. Senang sekali saya dapet buku ini, (sayangnya, lupa minta tanda tangan penulisnya :) )… Tapi nggakpapa lah, toh dianterin langsung ke tangan saya oleh penulisnya sendiri, hehehe thanx Ady..

Buku hijau kecil ini berisi tentang foto-foto burung-burung yang (masih) bisa diliat di Jakarta yang notabene porsi ruang terbuka hijau (RTH) nya semakin hari semakin menyempit dari taun ke taun. Ruang terbuka hijau merupakan rumah bagi satwa-satwa yang dalam buku ini fokus membidik burung. Ternyat masih tersisa ruang meski sempit untuk mereka (para burung) untuk tinggal dan beraktifitas di Jakarta yang serba metropolitan sekarang ini.

Buku Burung Ibu Kota (BIK) ini merupakan buku panduan pengamatan burung yang sangat membantu utamanya bagi pemula atau mereka yang sama sekali awam tentang burung yang mungkin aja jangankan ngidentifikasi pake buku panduan dengan gambar sketsa / lukisan, ngliat aja mungkin nggak pernah.. Nha… di buku ini, karena menampilkan foto, jadi gambar yang tertampil lebih mendekati warna dan wujud aslinya, jadi lebih gampang lah buat kita untuk identifikasi kalo kita ketemu mereka di alam saat kita pengamatan burung (birds watching). Selain itu, buku ini juga dibekali dengan deskripsi, kebiasaan / perilaku yang sering dilakukan oleh si burung, dan juga habitat, jadi kita akan lebih gampang mengenali misalnya burung-burung yang masuk dalam kategori burung air selain dari bentuk dan warna, bisa juga dari habitatnya, karena nggak mungkin kita akan menemui Blekok Sawah / Ardeola speciosa / Javan Pond-heron di bukit misalnya, ya mungkin aja sih karena mereka punya sayap dan bisa terbang kemana aja mereka mau, tapi dengan adanya keterangan habitat, at least akan mempermudah kita menggolongkan mana-mana aja burung yang hidup di dekat perairan atau di kota atau di bukit bahkan yang hidup bertetangga dengan kita seperti Burung Gereja Erasia / Passer Montanus yang mungkin tanpa kita sadari mereka lah yang setia menemani hari-hari penat kita disela-sela kesibukan kota yang bikin kita kadang lupa atau mungkin nggak peduli bahwa hey..kita punya teman kecil yang bisa selalu jadi penghibur kita juga lho, mereka itu burung.

Buku ini juga memuat keterangan tempat mana aja Ruang terbuka hijau yang masih tersisa di Jakarta sebagai rekomendasi kemana kita bisa ngamatin burung, juga tips ‘n tricks memotret burung di alam dan sedikit pelajaran fotografi yang cukup membantu kalo kita pengen belajar motret biar jepretan kita nggak blur, gelap, atau cuma keliatan separuh sayap doang kayak lagunya dewa gitu.

Dengan tampilannya yang sangat menarik karena foto-foto yang menurut saya “hidup” dan yang memang di shoot oleh para fotografer-fotografer alam keren se-kelas Ady Kristanto, Dedy Istanto, duo “pabrik foto burung keren”, hehehe itu sebutan saya untuk kakak beradik Boas Emmanuel dan Khaleb Yordan, dan Willy Ekaryanto yang jepretan mereka nggak perlu diragukan lagi, menyuguhkan komposisi foto yang identifiable atau memenuhi syarat untuk bisa di-identifikasi dan nyata lagi. Hal ini tentu saja akan membuat acara pengamatan burung menjadi lebih seru karena foto-foto itu “ngajak banget” dan kita seperti sengaja dibikin penasaran sampe kita akhirnya tanpa terpaksa jalan sambil clingak clinguk harap-harap ngeharap bakal ketemu salah satu dari mereka mungkin di perjalanan kita dari rumah ke pasar atau ke kantor atau saat kita lagi minum kopi santai di teras rumah kita. Dan ketika kita ketemu salah satu burung yang ada di buku ini, kita mungkin akan bergumam begini, ‘ow my god..they are real..! they even dancing around of my back yard’ atau seperti ketika saya terkagum-kagum pada sesuatu keajaiban alam, saya sering ngomong gini ‘bocoran surga…’ hahaha…lebayy…

Itu baru kalo kita inget salah satu foto di buku ini dan ternyata ketemu di dunia nyata, belum lagi kalo kita bisa ng-ident, melihat ciri fisik ato perilakunya, warna nya yang cat air ato krayon produksi pabrik manapun nggak akan bisa menandingi keindahannya, itu bisa jadi kepuasan yang justru tanpa puas karena kita akan selalu haus dan haus untuk “berburu” dan mencari-cari di mana keberadaan malaikat-malaikat terbang itu.

Kita mungkin biasa aja kalo liat burung warna-warni di kalender ato di buku ini ketika kita membukanya pertama kali, mungkin kita bakal mikir, ck ah.. mana ada yang begituan di Jakarta?! Tapi…. Begitu kita mulai ketemu satu, dua, tiga dan lainnya, kita bakal sadar dan tersadar kalo kita punya tetangga yang nasibnya mulai terancam karena sawah tempat mereka mengais cacing udah ditanemi beton, pohon tempat mereka menelisih bulu-bulu mereka di pagi hari udah jadi almari, madu bunga sarapan mereka udah jadi mungkin pait ato getir karena mengandung timbal (eh, timbal rasanya apa yak???) ya pokoknya kasian lah nasib mereka.. Dengan begitu kita akan lebih peduli lagi pada lingkungan, yang paling kecil lingkupnya ya di sekitar rumah kita karena kita tau ada tetangga terbang kita yang tinggal dan suka maen di situ. Trus kalo kita mau ngajak anak ato adek kecil kita pas weekend gitu, utamanya kalo lagi bokek, kalo diajak jalan ke mall kan bisa bikin tambah bangkrut tuh.. ajakin aja pengamatan burung, selain seru, nambah ilmu, juga irit, hahaha… dan yang lebih penting lagi, kita bisa lebih bersyukur pada ciptaan Sang Pencipta yang udah nyiptain keajaiban dan nge-bocorin surga Nya ke dunia lewat kepakan-kepakan sayap burung.

Pokoknya buku ini keren dan inspiring banget dan bikin saya lebih termotifasi untuk bikin seri “Burung Gresik” hahaha impian jangka panjang saya tuh..

Thanx for this book, Ady :)

Gresik, Jawa Timur.
Fatimah.

kalo kata anak gaul mah “lagi galau”

April 24, 2012 2 comments

4 hari lalu secara hukum saya ulang taun, secara hukum? Ya..karena menurut akte dan KTP saya ulang taun, setengah tahun lebih awal dari hari kelahiranku yang sebenarnya.

Cuma setengah taun, tapi kenyataannya saya belum benar-benar siap untuk jadi se-dewasa umurku; cieehhh ngomongin dewasa..!!! hahaha… Menjadi dewasa itu gampang-gampang susah. Ingin sekali aku berpasrah padaNya Yang Maha memberi petunjuk.

Ini tentang hidup, hidup saya, sesekali kan pengen juga curhat tentang sesuatu yang kata mbak syahrini “sesuatu yah..” hehehe.. sesuatu buatku tentu saja.

Teringat kalimat seorang pengajar pada waktu saya mengikuti pendidikan “Ketika anda sudah menjadi abdi Negara, apapun kondisi pemerintahan, anda adalah bagian dari sistem itu”; ternyata berat sekali mengambil arah di persimpangan antara tugas dengan hati nurani. Well bagi saya berat, tapi mungkin bagi orang lain apalagi yang tidak sedang berada dalam posisi seperti saya bisa ringan melihat bahkan beropini. Ada peraturan dan ada pengaturan, tipis sekali perbedaan dalam penulisannya tapi besar sekali makna pelaksanaannya, mungkin agak sedikit membingungkan untuk memahaminya, tapi kira-kira begini; Peraturan adalah pakem yang harus dituruti sedangkan pengaturan adalah tentang menurut untuk tidak menyalahi pakem, hehehe ruwet juga njelasinya apalagi nglakuinnya. Saya tidak bisa serta merta menafikkan adanya pengaturan dalam melaksanakan peraturan. Sedikit membelokkan apa yang saya inginkan. Mungkin ini yang sering disebut-sebut orang-orang sebagai “ini jaman edan, lek gak edan gak keduman” Ya Alloh,Lindungi aku… Menakutkan sekali… Saya hanya berusaha meyakini apa yang saya doakan. Saya yakin Alloh Tuhanku tidak tidur, Dia Maha mengetahui, Tuhan pasti punya rencana begitu Dia mempossikan aku dalam posisi sekarang, apapun itu, saya yakin Tuhan tidak akan membiarkan saya sendiri.

Begitupun dalam perjalananku berproses untuk menjadi benar-benar dewasa, aku yakin Tuhanku punya rencana ketika menempatkan ku di sini. Ya, saya sedang galau kalo kata anak gaul mendeskripsikan seseorang yang sedang bingung untuk memutuskan suatu masalah. Masalah? Apa masalah saya? Apa saya sedang dalam masalah? Apa saya bermasalah? Apa saya adalah masalah?

Ingin ku berpasrah padaNya Yang Maha memberi petunjuk dan ingin sekali aku meminta untuk dibukakan mata sehingga aku bisa membaca petunjuk-petunjuk itu. Membedakan petunjuk dengan ge-er. Membedakan doa dengan keinginan. Membedakan logika dengan perasaan. Membedakan netral dengan hambar. Membedakan emosi dengan terbawa suasana. Membedakan menikmati karir dengan melarikan diri dari masalah. Membedakan menikmati hidup dengan hedonis. Keadaan-keadaan beti (beda tipis) begini yang bikin saya galau.

Sulit sekali menghadapi kegalauan ketika saya sedang sendiri, itulah kenapa saya benci sendirian, and I really afraid of being alone. Saya punya Alloh dan saya butuh Dia. Dan saya juga butuh orang lain to share to. Dan di sini, jujur saja, aku pengen banget nangis ketika sedang merindukan sahabat-sahabatku yang jauh di Jogja ku. Memang teknologi telpon dan sms kadang bisa meretas jarak, tapi eksistensi mereka dalam bentuk nyata itu akan sangat menjadi support buat saya.

Hari-hari ketika saya sedang minum kopi di kos sendirian hanya berteman laptop pinjaman dari kantor dan beberapa batang, okey, bungkus, “cancer stick” benar-benar membuka fakta bahwa saya adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk bersosialisasi. But, to whom??? They sometimes don’t even get what im talking about, maybe im too “mbulet” bagi mereka, mungkin aku terlalu liar dan bebas untuk kota ini, ato mungkin Tuhan mengirimku ke kota ini supaya aku jadi lebih religious seperti orang-orang sini terlihat pada umumnya. Religius? Apa saya harus nyantri kali ya? Biar otak saya lebih cling dan hati saya lebih plong biar nggak galau lagi.hehehe

Nyantri? Mungkin itu yang sekarang ini sedang saya lakukan. Kalo saya santri seharusnya ada ustadz/ustadzah dan kitab-kitab, tapi bagaimana saya bisa mengamalkan kitab-kitab itu ketika saya masih terlalu logis dalam membaca dan memaknainya ??? saya mungkin terlalu bodoh untuk bisa mengerti makna semua ini sendiri tanpa orang lain yang menuntun saya.

Semua hal ini selalu membuat perut saya mules seolah ada ribuan kupu-kupu nakal dan jutaan kalong beterbangan di dalam sana. Seperti habis makan pake petis yang selalu bikin saya mencret.hahaha

Bayangin aja coy.. saya sekarang hidup di daerah pesisir yang notabene kebanyakan makanannya berbumbu petis dan terasi, sedangkan lambung saya tidak mampu mentolerir bumbu-bumbu pesisir itu. Apa solusinya? Apa saya harus menghindari makanan-makanan itu sampe saya kurus? Ato saya harus membuat sendiri makanan untuk saya sendiri? Untuk urusan perut aja saya galau apalagi untuk urusan kehidupan..

Saya pusing dan galau pemirsa…!!!

Deretan tambak dan rawa itu nyatanya cukup membuat saya ter-rayu untuk tetap tinggal di sisi HOT di negri ini. Bercangkir-cangkir kopi yang tertuang di warkop yang berjajaran berratus-ratus banyaknya di kota ini nyatanya mampu membuatku tetap terjaga di malam-malamku yang sendiri berteman galau yang nggak bosen-bosen menghinggapi hati dan pikiranku yang sekarang sedang ato mulai ato memang sudah kusut ini. Semua ini membuatku ingin menenggak butiran CTM supaya aku bisa tidur selama efek obat itu.

Aku lelah berlari tapi aku terlalu takut untuk berhenti. Ketika aku berlari, aku takut tidak cukup tenaga untuk kembali ketika aku salah mengambil arah. Saat aku berhenti aku takut terlambat meraih apa yang aku inginkan di depan sana.

Would somebody help me? Really really help me to conquer it all..really help me to wake up when I were asleep and makes me stay awake when I go sleepy.. help me to wipe my tears when I cry.. give me a shoulder when im tired and need a break or some.. makes me smile when I were sad.. chilling me out when im in a rush.. talk to me when I suddenly feel so alone.. gives me advices when im lost.. slap me when I go too far.. and pray with me for every hope we make… adakah???

Keinginanku terlalu berat untuk ku lakuin sendirian hingga orang lain pun akan merasa terlalu enggan untuk menemaniku.

Ada banyak situasi yang membuatku merasa aku harus belajar sabar dan bersabar dan ada situasi yang membuatku kadang menampar mukaku sendiri dan berkata, Hey..you deserve to get the better now… Latihan-latihan itu kenapa membuatku semakin galau ketika terlalu banyak aku berlatih, seperti seseorang yang over trained hingga sakit dan sesak.

Aku capek…kamu capek nggak sih? Capek nggak keliling-keliling di dalam pikiranku terus??? Hahaha rasanya seperti habis ngganja hingga aku nggaktau kenapa aku ketawa dan menangis galau segalau-galaunya.

Mid day, My room, Gresik, 22 april 2012.

Fatimah.

Kawah Chandra Wilwatikta

March 8, 2012 6 comments

Teriring doa; Selama tiga minggu kami menjalani pendidikan dan pelatihan untuk menjadi pengabdi masyarakat dan negara. Semoga kami semua bisa membawa negri Indonesia tercinta ini menuju Nusantara yang bahagia :)


Suatu pagi ketika saya terima SP mengikuti LPJ, rasanya hepi dan pengen loncat dan lega dan semuanya, seperti pengen makan bantal :p

Dan kita pun diundang untuk pembekalan, kita membuat semacam organisasi kecil antar kita, kita memilih pengurus inti kontingen kita dan kita patungan untuk keperluan kita. Hey guys, did you realize that we are pushed to learn to organize an organization ?! Memilih pengurus adalah ajang untuk belajar memimpin dan dipimpin, patungan adalah belajar untuk mengelola anggaran, dan hasilnya.. you can see that.. :)

Liat aja, saking semangatnya, kita udah kayak rombongan haji, hehehe, amin…

Bis nya pake bis pemda kabupaten kita, nyablonnya mahal kayaknya, hehehe..

Meski bedesak-desakan dan ada yang berdiri karena gak kebagian tempat duduk, tapi, bangku paling belakang yang akhirnya kami sekamar (minus cowok yaaa) rame nya ampun juragan, kaga ada matinye dah mpok, ibarat radio ni ya, kita pasang batre alkalin, awet boss…

Cekakak cekikik padahal ngga tau 3 minggu ke depan bakal ngadepin apa, hahaha..

Selama kita mengikuti pendidikan, kita wajib mengenakan semua identitas khusus yang cuma dimiliki peserta diklat dan cuma sekali seumur hidup kitaSalaatu agam kita selama pendidikan :)

Bagi yang bawa banyak stok baju sih gak masalah, tapi kalo bawa baju cuma dua stel, nha..

ini yang disebut merk “CIRINGKE” (cuci kering pake) ato “MBAHRENGGO” (diumbah gareng dinggo).Ini kita pake’ waktu kita ada kelas pembelajaran, dan kegiatan lain yang sifatnya bukan kegiatan fisik, eh fisik dikit ding :p

Selain itu ada juga seragam olahraga, treining warna oranye nge-jreng dengan garis hitam putih di samping kiri kanan. ada yang dapet sablonan 2011, hahaha lumayan buat nambah masa kerja rek :D

Bayangin kalo semua pegawaiwati secantik dan setrendy ini, pasti masyarakat akan sangat mencintai pemerintah :) ) tentu saja ditunjang dengan kemampuan dan sikap yang baik :)

Kita diajari untuk tertib, semua yang kita kerjakan harus teratur, mulai dari apel, makan, belajar, bahkan saat kita tidur pun kita harus tertib, setertib ikan pindang dalam kranjang :p
 
Seeeemuanya harus tertib, jadi nggak boleh kita sembarangan kayak begini ini..nanti kita kena setrap, push up nanggung buat yang cowok ato hormat versi terbaru alias angkat kaki sebelah, kalo angkat kaki semua, nggoleeng boss…
Mendapat teman-teman sekamar yang menyenangkan membuat kita merasa lebih ringan menjalani semua tugas dan kewajiban kita selama pendidikan, meskipun harus antri (well.. kadang berebut sih) buat ke kamar mandi, hahaha. Selalu ada session sharing (curhat) setiap malam. Berhubung di kamarku cuma aku yang non-medik, jadi curhat tiap malam tu isinya sebangsa hemodial, HB, proses persalinan, PKPUS, spuit 1 ml, masa subur, sperma, dan benda-benda asing yang menurut saya : apaaannn tuuuuhhhh….???!!!!
Untung cuma 3 minggu, kalo 3 bulan, saya bisa keracunan istilah-istilah aneh yang saya nggak ngerti sama sekali :) ) Ow my Goodness, you are very very special ladies.
Tentu saja ada perkara-perkara lain juga yang kita diskusikan, tentang mantan pacar, tentang cerita cinta pertama, tentang cross culture mariage, suka duka di kantor, ngadepin masyarakat Indonesia yang sangat prural,
                  
Hingga saat kita bersiap untuk post test :)
                     
Hhooowwhhh i miss that moment already girls..
Disini kita diajarkan tentang kebersamaan yang dikatakan JIWA KORSA..

Saat kita menikmati hidangan special, saat kepanasan di lapangan, kerja kelompok, bahkan saat kita kena omelan pak binsik. Bersama-sama kita  menikmati indahnya kawah candra dimuka kita.

Heee ojok rebutan tahu ta reeekk...

Bayangin aja, kalo ada keindahan-keindahan seperti begini,

Mana mungkin kita bisa tinggal diam, secara hampir semua dari kita bencong kamera, ngga bisa liat lensa nganggur, mau iku lensa hp, lensa kamera, ato lensa kacamata ehmm… kita slalu mangkal di situ, eksyeeennn…dari ujung rambut sampe ujung kaki, kita narsis :D

Ada kabar gembira, persahabatan, cerita sedih, tapi selalu ada teman yang akan meminjamkan bahunya untuk kita bersandar dan meringankan beban kita.

Kita juga punya para pembimbing yang sangat sabar (kadang) mendidik kita semua :)

siang malam menjaga kita berteman kopi 

Dan kita pun menggila bersenang-senaaaaangggg saat malam innagurasi yang tanpa kita sadari itulah saat kita harus berpisah ..

Suatu saat, kita akan tersenyum-senyum sendiri dan terbahak bersama ketika kita sudah sama-sama sukses, semua punya jabatan, punya pengabdian, dan yang pasti, kita punya kenangan bersama.

Hingga akhirnya kita harus pulang, menghadapi tantangan besar yang menghadang kita

Salam dari Gresik,
 Fatimah.

Sweet Mistakes

March 6, 2012 7 comments

Dear Vick,

Awalnya kita punya kehidupan sendiri-sendiri, tidak terhubung satu sama lain, aku bahkan gak ngebayangin bakal ketemu sama kamu or even had a sweet memory of us. Hmmm…Nothing to loose, nothing to forgive, n nothing to compare.

Menjalani 3 minggu jauh dari keluarga dan dunia nyata kita ternyata mampu melambungkan imajinasi kita ke awan. Salahkan lagu yang diberikan pada kita

“Lupa sanak, lupa saudara, lupakan itu semuanya” 

Imbas lagu itu terlalu besar dan berbahaya, hahaha…

Insidentally, tiba-tiba kaki ku tersandung rok hitam panjangku dan aku jatuh tersungkur di depanmu. Shit..! i believe my face turn to blue that night. Apalagi waktu itu suasana lagi rame banget karena kita sedang persiapan makan. All i wanna say is just, shit, shit, shit, n shit..!!! Sampe kamu ulurkan tanganmu, bantu aku berdiri, owh my God..look at that eyes…how great You are creating a charming figure such as a gentleman whose standing in front of my nose.

Dan semua kesalahan indah itu kita mulai dari sini… :)

Kita sadar, we obviousely knew that we are not available to some other more. Tapi kayaknya suasana yang menggiring kita untuk kadang-kadang kumat romantis while we are far from our mate. Sekuat apapun aku berusaha menolak pesonamu, tapi senyum itu, mata itu, dan semua kecerdasanmu membuatku benar-benar gila. Then suddenly my doughter called :

“Ibu, i miss you, kok lama banget sih pelgi keljanya?” Mel, ana perempuanku menelpon sambil sesenggukan menahan tangisnya.

“owwwh… cintanya ibu, maafin ibu ya sweetheart, ibu promise to be home soon, allright ?!, Baby, may i talk to your daddy?” aku hanya bisa menahan sesak di dadaku yang seolah aku berada di sebuah ruangan sempit yang gelap n no light to guide me.

“Sayang, gimana disana? everything’s fine, right?!, hey.. hunny.. what happen, why are you crying?” Suara suamiku terdengar begitu khawatir ketika mendengar isak tangisku.

“Nothing Mas, i just miss you two..” Deep inside of my heart i feel so bad ’cause i’ve been forget you in a moment, aku merasa sangat bersalah karena menikmati saat-saat jauh dari kalian. Maaf…

“Mas, can i just put the phone off?coz i can’t stand to not crying..”

“Iya sayang, kamu baik-baik ya disana, trust me, everything’s gonna be okey, semuanya bakal cepet selesai, kalo kamu kangen kita berdua, kamu tinggal liat aja poto kita di hapemu,hehehe” Suamiku benar-benar juara untuk urusan membuat aku tersenyum, mereka berdua sudah membuatkanku stok foto narsis mereka berdua di hand phone ku.hehehe…

Dan ternyata kamu sempat lihat aku nangis malam itu di kelas waktu kita ada jadwal resume materi pembelajaran. You hold my hands under the desk, entah setan mana yang menggodaku untuk membalas genggaman tanganmu, mungkin karena aku benar-benar rindu pada rumahku, my happy family.

Kamu bilang “Udah…kan ada lagunya, lupa sanak, lupa saudara, lupakan itu semuanya..hahaha…itu peraturan lho, ntar kalo gak patuh peraturan gak lulus kamu..!” katamu sambil senyum sangat lembut. BIG SHIT..!!!please..don’t put that smile on your lips, do you trying to killing me?!

Lalu aku ambil tisu dari tas ku dan melangkah ke toilet, di dalam toilet aku bersumpah serapah seribu jancuk memenuhi ruang sempit itu. Sejenak aku merasa jantungku hampir lepas melompat dari dadaku. Dan malam itu sebelum tidur aku menemukan rumus sinting untuk mengisi waktu dengan menikmati “suasana” di sini.

Pagi, aku mulai selalu mencari senyummu di sela-sela deretan kursi makan, i still wonder, maybe someone put a name tag of us on our chairs so no one sit there but us. Tidak selalu tapi sering sekali kita duduk bersebelahan. Kamu yang selalu jahil dan menggodaku saat aku kliatan sedih, kamu yang selalu menghiburku saat aku kangen anak dan suamiku, kamu yang itu, ya kamu..

Selesai kelas sore itu, kamu terlihat seperti marah, aku tanya ” Kenapa mas ? ditagih debt collector ya ? kok muka nya di tekuk gitu ?”

“Hahahaha… bisa aja kamu, enggak, ini tunanganku, katanya dia mau pergi ke Bandung hari sabtu nanti, padahal kan itu waktunya kita IB kan ? sapa yang gak sebel kalo gitu, wes..aku gak jadi IB aja lek gitu “ Aku cuma ngelirik ke kamu dan menyiapkan kata sakti buat kamu,

“You’ve told me yesterday, lupa sanak, lupa saudara, lupakan itu semuanya…hahahahaha… “

“ooohhh… balas dendam ni critanya? nantang perang ?! oke..! lo jual gua beli !! hahaha “ dan kita tertawa seolah kita nggak punya beban apapun.

Malam pun ketika aku nggakbisa tidur, kamu sering nemenin aku by text, sampe ketiduran. Rasanya 3 minggu itu aku ber-transformasi mulai dari seorang ibu, berubah jadi bujang lagi, kita benar-benar tergila-gila karena suasana.

Ketika akhirnya malam inagurasi tiba, kita semua benar-benar gila seolah kebahagiaan untuk segera bertemu keluarga dan rasa sedih karena harus pisah sama temen-temen bercampur jadi satu, kita bergoyang dangdut menggila segila-gilanya, i think everybody’s got insane that nite, hahaha,… Kita membentuk lingkaran dan kita bergandengan tangan, karena saking asiknya menikmati wajah-wajah teman-teman semua, aku sampe gak nyadar ternyata tangan yang ku gandeng itu adalah tanganmu. Entah sengaja ato tidak, siapa yang sengaja dan menyengaja, ato mungkin karena suasana malam itu :p tangan kita bergenggaman. Dan saat semua orang berjabat tangan dan berpelukan sambil menangis, SORY, aku malah ketawa ngliat muka kalian-kalian yang mewek, hahaha sayangnya aku lupa video in momen itu, hahaha…

Saat ini, 3 minggu itu sudah terlewatkan, kita kembali ke kehidupan nyata kita, begitu kan kalian selalu menyebutnya ?! Semua kenangan yang membuat kita menangis, tertawa, marah, misuh, kebelet pipis saat kita dapat giliran tugas apel, all that shit are always be here, in my heart, termasuk senyum di matamu, boleh kan aku simpen sebagai sebuah kenangan ?! kenangan tentang kesalahan terindah kita, yang seharusnya tetap menjadi kenangan, bukan oleh-oleh yang kita bawa pulang.

Udah deh..ngaku aja, kamu juga menikmati kan saat-saat itu? kamu memang nggak perlu bilang ke semua orang kalo kamu suka juga saat-saat kita menggila itu. Dan sekarang Vick, kita harus bangun dari mimpi indah kita dan kembali bekerja, kamu inget kan tentang pasal yang mengatur bahwa seorang PNS nggakboleh poligami dan atau poliandri ?! hahahaha put my middle finger for that up high, hahahaha…untung gak ada pasal yang melarang cinlok ya Vick, hahahaha..

Hhhhh….suatu malam aku curhat ke sahabatku tentang cerita kita, n he said ” you know the bouderies, just keep it that way :) “ cuma sebaris kalimat sms tapi itu menyadarkanku bahwa cukup aku menikmati suasana kita, dan jangan mengharap lebih untuk hanyut di dalamnya. Aku nggakmau mempertaruhkan apa yang sudah aku miliki untuk sesuatu yang sudah pasti nggak akan bisa aku dapat. Aku nggakmau menghancurkan hubungan keluargaku, hubunganmu dengan kehidupanmu, karirku, i’ve been working hard to get position, n i don’t wanna throw it behind, that’s stuppid.

Buat teman-teman alumni LPJ angkatan 644-645 yang waktu LPJ sudah punya pasangan, apapun yang kita rasakan dan kita nikmati di TCW, cukuplah itu semua sebagai kenangan dan pelajaran buat kita, bahwa kadang-kadang nakal itu menyenangkan, hahahaha… tapi jangan keterusan Rek… nanti ancur tu rumah tangga orang.. Kalo kalian berasa pengen selingkuh, ingetlah selalu lagu yang dinyanyikan teman kita Broudin – mBatu waktu malam inagurasi, “Sayange wes nduwe bojo..” hahaha…

Nhaaa…buat yang bujang saat LPJ, ingetlah selalu kata pak Joko dan pak Gino, kepanjangan LPJ adalah Lahan Pencarian Jodoh..!!! (eh bener gak kepanjangannya??) hahahaha …

 

Dan cerita ini terinspirasi dari curhat  dan  cerita temen-temen selama LPJ, whadda sweet mistakes of us, guys..

Angkat gelasmu kawan, kita bersulang untuk masa depan kita :)

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Gresik, 6 Maret 2012, my after hour in my office.
fatimah.

Seteguk rasa

January 12, 2012 6 comments

Udara pagi kurasakan begitu sejuk hingga membuatku malas mandi.
Dan tiba-tiba ingatanku melayang ke masa pagi-pagi di mana kita lalui dengan peluh dan tawa.
Seolah pagi itu baru kemarin karena begitu lekat di ingatanku dan tak terhapuskan.
Namun terasa begitu lama seperti puluhan tahun lamanya karena begitu rindunya aku akan tawamu.
Tawa yang selalu memberiku kehangatan di antara langkah-langkah kita.
Bahkan ketika kau setengah mati mengusir angin yang meniup api lilinmu.
Come on, akui saja kalo kau menginginkannya, nikmatilah.
Seluruh dunia juga tau arti senyummu itu.

Senin pagi di taman kampus ***

Victor tersenyum melihat ekspresi di wajah Emily.
“What?” Emily yang merasa dilihat seperti itu menjadi salah tingkah sendiri.
“Nothing.. I said no words, hahaha..” kata Victor.
Tawa Victor semakin membuat Emily sewot “You said no words, but your smile’s creeping me out to freak, you know?!”
Kemudian Victor mendekat ke arah Emily dan berbisik “Aku tau kenapa kamu senyum-senyum gitu”
“Heh..! Sok tau..!! kamu tu nggakusah ge-er ya, aku biasa aja kok. Jangan kira aku happy ketemu kamu sepagi ini ya!”
“Aku kan nggak bilang kamu happy karena ketemu aku, malah kamu yang ngaku sendiri. hahaha.. Sekarang coba bilang, emangnya kenapa kamu senyumnya kayak gitu, hayo?! Come on.. i know you, even better than you”
“Shit..!! rasanya kulitku ini transparan kalo deket kamu, hate you!”
“hahahaha…” Victor tertawa lebih lebar melihat Emily menggerutu seperti itu.

Dalam hati Emily bersumpah akan melakukan apa saja demi melihat mata dan tawa itu, membuatnya seperti sedang berada di atas roller coaster, mual-mual deg-deg-an gimana gitu.Seperti ada sekumpulan kupu-kupu beterbangan di perutnya. Seperti ada sepuluh kuda Bima berlarian di dalam jantungnya.
“Masuk kelas yuk, bentar lagi masuk, kita cari posisi…hahaha, kan posisi menentukan prestasi kata para leluhur, makanya kamu jangan jauh-jauh duduknya, biar nilaimu gak busuk.”
“Huuuhhh..!! mimpi kali yee… malahan ni ya kalo aku tu duduknya deketan sama kamu ya, yang ada malah nggakbisa konsen ngerjain tes, apalagi ini tes pemrograman, haduhhh… bisa kacau konsentrasiku.”
“ya pastilah.. orang kamu pasti bakal sibuk ngurusin jantung kamu.”
“maksudnya?”
“ah dasar lemot lu Em, udah yuk ah masuk kelas”
Secara spontan Victor menggandeng tangan Emily menuju kelas dan Emily seperti sedang tersihir, menurut ketika tangannya berada dalam genggaman Victor. Terasa begitu nyaman. Dan itu membuat Emily tersenyum sambil menghembuskan nafas panjang dan lega.
Tiba-tiba Victor melepas gandengannya dan menyentuh punggung Emily, benar-benar secara tiba-tiba tanpa aba-aba dan membuat Emily sedikit kaget dan bertanya.
“Kenapa sih?berhenti mendadak, gak pake sein lagi.”
“Aku tu dari tadi kayak denger dug dug dug gitu kenceng banget, eh taunya itu dari jantung kamu yang lagi deg-deg-an ya deket sama aku? hahahaha…”
“VICTOOOORRR…!!!”Emily berteriak sambil mengejar Victor yang berlari melesat menuju ruangan kelas di mana mereka ada ujian tengah semester pagi ini. Yang dikejar semakin tertawa bebas merdeka.

Vick, kamu inget nggak pagi itu? Waktu itu, aku seperti kerbau yang dicucuk hidungku, yang selalu menurut kemanapun kamu menggandeng tanganku. Kamu yang tau persis seperti apa perasaanku saat itu. Kamu yang selalu menggodaku karena aku nggak pernah mau bilang kalo aku suka sama kamu. Kamu yang selalu ada saat aku kemana. Kamu orang pertama yang aku inginkan berada disampingku saat aku menangis, meski kamu nggak pernah datang sore itu ketika seluruh dunia seolah menentangku.

Vick, apa salah ketika semua perhatianmu itu ku nikmati sebagai sebuah cinta? Apa salah kalo aku mau kamu sekarang berada di sini, ketika aku sudah berhasil, mapan, dan dewasa? Aku bahkan nggaktau sekarang kamu dimana. Aku juga nggaktau apa kamu sehat, apa kamu masih selalu meminum obat-obat yang nggak pernah kamu suka untuk meminumnya. Apa wajahmu masih kurus tirus seperti wajah yang selalu aku suka? Ato kamu sudah berubah?Rambut gondrongmu. Mata mu yang selalu tajam tapi begitu lembut saat kau tertawa.

Vick, i miss you so..

Hampir lima tahun Emily tidak bertemu dengan Victor, hingga suatu hari, Emily bermimpi bertemu Victor dan ketika itu Victor melamarnya untuk menikah. Mimpi itu membangkitkan kembali kenangan tentang pagi-pagi mereka bersama sekaligus malam-malam dimana Emily menangis ketika menemani Victor yang menggigil menahan rasa sakit yang sampai sekarang Emily nggaktau sakit apa sebenarnya yang diderita Victor. Begitu kerasnya kenangan itu memaksa Emily mencari tau keberadaan Victor sat ini dan dari berpuluh-puluh teman yang dia hubungi akhirnya dia mendapatkan nomor handphone Victor.

Dengan ragu Em mengirim sms, dan ternyata itu benar Victor. Anehnya rasa yang muncul sekarang bukan rasa yang dulu pernah ada, kini perasaan itu lebih seperti rasa khawatir dan entah apa rasanya.

Siang di Mall dekat kantor Emily***

“Hey, where are you, im here”
“Sip, tunggu bentar, aku jalan ke arah kamu aja, tunggu di situ, jangan kemana-mana ya, ntar malah muter-muter cari-cari-an” Suara di ujung telpon sana.

5 menit kemudian mereka bertemu dan Emily hampir tidak mengenali Victor. Wajahnya berisi, tidak ada lagi pipi tirus yang dulu sempat membuatnya gila ingin menelannya. Rambutnya dibiarkan gondrong melebihi gondrong yang pernah dia lihat dulu. Tapi ada yang nggak pernah berubah. Senyum dari bibirnya itu, hwaaaaaaa…. kamu bikin aku gila Vick.!

“Wow.. kamu berubah ya Em..”kata Victor.
“Kamu juga berubah, sangat berubah.”

Seterusnya mereka hanya duduk di salah satu restoran di mall itu tanpa banyak kata. Mungkin masing-masing dari mereka sedang berusaha membangkitkan rasa yang dulu pernah bersemi namun tak pernah mereka ungkapkan. Tapi mereka ternyata sekarang nggak mampu lagi menumbuhkan rasa itu kembali. Mereka yang kini sudah dewasa. Mereka yang kini sudah punya kehidupan masing-masing. Setengah mati mereka mencoba merasakan kehangatan itu, tapi tetap saja rasa itu nggak muncul.

Satu kalimat perpisahan mereka sore itu,

“Em, kalo nikah jangan lupa kirim undangannya ya, aku pasti dateng.”
Emily hanya tersenyum dan berkata “Pasti Vick.”

 

 

Whadda Love

November 12, 2011 2 comments

Seperti hujan,kau beri senyum pada dedaunan.
Dan seperti hujan,kau juga beri keraguan pada serangga-serangga kecil menari di pepucukan ilalang.

Setangkai bunga enceng memekar di hamparan laguna.
Inginkah kau petik?
Ataukah kau tunggu hingga melayu?

Hapuslah sejenak peluhmu kawan.

Di angkasa sana terhampar jutaan bintang.
Meski kita tau hanya ada 1 rembulan terang diantara mereka.
Kala malam,kau temani sang bulan mengarungi gelap.

Rebahkanlah penatmu sejenak kawan.

Mentari esok menantang matamu.
Tapi kau tau dibawah tajuk angsana kau bisa berteduh.
Nikmatilah semilir sepoi anginnya.
Cumbuilah harum wangi bunganya.

Sahabatku,
Sisihkan sepertiga malam mu untuk kekasih ter-agung mu.
Dia yang akan menentramkan gemuruh batin mu.

 

Jatuh cinta itu seperti sebuah pengalaman yang could be amazing and frustrating in the same time.

Sesosok cowok cool, richie rich like young man, dikelilingi sahabat-sahabat yang insyaalloh selalu siap everytime he need , some kinda perfect life, but lonely inside. Seheboh apapun guyonannya bersama sahabat-sahabatnya, kadang tak mampu mengusir rasa sunyi dalam hatinya ketika semua orang membawa pasangan mereka masing-masing dalam sebuah acara. Just like to nite, in a wedding party of one of Putra’s  best friend; Kartika. Semua orang membawa pasangan mereka. Roni menggandeng Selly. Wulan datang dengan Hadi dan Kiky anak mereka. Dian mesra bersama Koko tampak serasi dalam sarimbit batik Mega mendung khas cirebon yang mereka pesan di butik milik Aisya. Bahkan si Slamet, OB kantor tempat Putra dan Kartika bekerja pun dengan malu-malu berseri menggenggam tangan mbak Sari, istri yang baru dinikahi nya sebulan yang lalu.

Dalam hati, Putra berharap bisa menggandeng Aisya ke acara itu. Why not? Toh Aisya juga datang sendiri karena Arman pacarnya sedang tugas ke Papua dalam sebuah misi pengamanan daerah konflik di Papua sana. Sesaat Putra bergumam ” It’s a good moment, harusnya”. Entah malaikat mana yang mencegah Putra untuk melakukan niatnya itu.

“Dateng ma siapa Boy?” seruan datang dari Dian membuyarkan lamunannya hingga es dawet di tangannya hampir tumpah.

“Biasa lah…sama sekertaris ku yang cantik, tapi dia lagi sibuk tuh ngurusin klien di luar,you knew me, im a cool active businessman, hahahaha” jawab Putra sekenanya diserbu jitakan di kepala plontosnya.

“Sesekali tu yaaa ajak tu pasangan kamu, gak pengen apa kamu liat Kiky tu?”

” Hey hey hey.. rilex madam, semua hal tu akan indah pada masanya”

“But the problem now is, kapan masa itu akan kamu wujudin?”

” Nha tu dia juga masalah ku, kapan? It’s a huge mistery of my journey of life”

“Preeeeeeeeeeetttt, paling bisa Lo”

Hahahahaha mereka tertawa-tawa meski dalam hati Putra sepi itu begitu menguasai.

Kartika sang ratu pesta malam itu datang menyapa mereka “Heh..!! kalian ya, ketawa-tawa di pesta orang, gimana dandanan ku? kliatan gendut gak? bedak ke ketebelen gak? Kayaknya ini kok konde ku kegedean deh”

“Stop it Kartika my prittiest queen, you are the most gorgeous lady in this party, kalo ada yang bilang kamu gendut, suruh sini, biar gua tabok dia” balas Putra menenangkan sahabatnya yang lebay itu.

“Tau nih, kamu tu ya malam ini perempuan paling keren di pesta ini, di pesta ini doang ya… jangan nglunjak minta keren di tempat lain juga” si Selly menimpali, disambut tawa renyah mereka.

“Eh si Aisy kemana ya, kok dari tadi ngilang aja tu anak?” tanya Kartika sambil clingukan mencari Aisya.

“Biasa.. paling lagi mojok telpon-an sama si Arman, tuh di balkon” kata Roni.

Aisya, cewek kalem berkulit sawo matang dengan mata senyumnya yang kalo Putra ngliat rasanya dia seperti diving di pedalaman atlantik itu, supel, pintar, modis, tapi sangat sederhana dalam pembawaannya. Meskipun dia seorang fashion designer tapi dia nggak pernah pake baju yang nyleneh kayak anak-anak P (public relation) di kantor mereka. Mungkin kesederhanaannya itulah yang menonjolkan kecantikannya.  Dia memulas wajah ayu nya dengan riasan simple n fresh yang terlihat anggun dan membuat Putra semakin terhanyut dalam angannya tentang cewek yang satu itu.

********

Suatu pagi di hari minggu yang mendung, HP Putra berdering, dengan malas dia mengambil HP nya dan membuka sms, sedetik kemudian bagai diguyur air se tangki matanya langsung jrenggg segerrrr, karena yahhh siapa lagi yang sms nya mampu membangunkan dia dari tidur pingsannya kalo bukan dari Aisya, gadis pujaannya itu. Dengan semangat dia membuka sms itu.

“mas putra bisa temenin aisy ke acara fashion show nya anak-anak PAPMI gk?”

Putra yang fotografer, sebenernya hal itu sangat wajar kalo Aisya minta Putra menemaninya, tapi sangat istimewa bagi Putra karena Aisya yang memintanya. Dengan semangat dan kecepatan alap-alap dia bergegas mandi dandan wangi tak lupa merapikan rambutnya yang cuma se-centi rata plontos itu. It’s all because of Aisya so it’s special :)

Jam 6 pagi tet! Putra sampai di depan pintu butik Aisya yang sekaligus rumah tinggalnya, memencet bel pintu pagar, menyiapkan senyum pepso*ent nya pagi itu, dia melupakan kopi hitam yang sangat dicintainya demi segaris senyum Aisya pagi itu. Dia nggak mau telat menjemput dan membuat Aisya cemberut, meskipun dalam wajah cemberut pun Aisya tetap terlihat cantik di mata Putra, tapi dia nggak mau Aisya kecewa karena ketinggalan fitting session yang harus diliputnya.

Dan jrengggg… Aisya rupanya udah siap dengan jilbab warna hijau army dan tas ransel kecil di pundaknya, sepatu teplek kesukaannya, dan pastinya mata senyum itu. Melayang otak Putra menyaksikan pemandangan pagi yang indah itu.

“Ayo mas, buruan, takut telat nih” kata Aisya tanpa basa basi langsung ngeloyor masuk ke mobil Putra.

Putra yang sempat 2 detik bengong itu segera menyusul yang tancap gas menuju tempat acara. Dan hampir saja mereka telat, hanya 5 menit waktu yang mereka punya untuk mempersiapkan kamera dan catatan materi. Secara diam-diam Putra mengambil foto Aisya ketika dia sedang wawancara para model dan mahasiswa-mahasiswa desain yang sedang mempersiapkan pagelaran busana itu. Mereka menggelar acara itu dalam rangka ujian akhir semester mereka.

********

3 jam berlalu tanpa mereka sadari.

********

“Mas Putra, kita istirahat dulu yok, kamu pasti belom sempet ngopi ya tadi?”

“Hehehehe…tau aja kamu Sya”

“Udah apal aku mas, yok kita ke samping situ aja yok, kayaknya di situ udah disiapin coffee break nya deh”

Tanpa banyak melawan Putra mengikuti langkah Aisya dari belakang menuju ruangan samping. Putra memang sering kali mati kutu, kata temen-temennya modar cocot-e alias speechless kalo udah ngadepin cewek yang dia suka, dia jadi suka keliatan ling lung, gak banyak omong, dan teman-temannya gak banyak yang menyadari itu.

Sambil menunggu semua persiapan selesai dan jadwal, mereka mengobrol tentang materi yang mereka kumpulin. Obrolan profesional sebenernya, tapi bagi Putra selalu istimewa, because it’s Aisya.

********

Acara berlangsung.

********

Jam 7 malam pagelaran busana selesai dan dilanjut dengan acara santai, lebih ke semacam “pesta”, meregangkan semua otot tegang mereka setelah seharian berharap cemas baju rancangan mereka bisa tampil maksimal di acara itu.

Putra dan Aisya memilih untuk nggak masuk ke acara itu, mereka punya cara sendiri untuk menyegarkan pikiran, minum kopi di angkringan..!!!

“Eh bentar ya mas, ini mas Arman telpon, ntar aku balik lagi”

“go ahead” jawab Putra santai, meski sebenarnya sedikit hambar dan getir.

15 menit Aisya menelpon Arman dan Putra sama sekali memberi keleluasaan waktu buat Aisya, dia nggakmau mengganggu hubungan mereka, dia sangat menghormati hubungan mereka, tentang cintanya, cukuplah dia dan Tuhannya yang tau.

ouwhhhh…whadda love…

 

 

gresik, sabtu, 12 nopember 2011,di sela lemburku menunggu mekanik memasang penangkal petir kantorku.
teruntuk sahabatku yang sedang terantuk asmara.
you are wonderfull just the way you are.
and sometime, someone will find that beauty.
 
fatimah.

Tentang Wulan dan Bulan

October 16, 2011 Leave a comment

Sebuah hubungan platonik yang bisa saja timbul di antara Wulan dan Jack namun tidak pernah disadari Jack. Dia memang cowok yang nggak terlalu detil dalam beberapa hal tapi sangat detil di banyak hal. Satu hal yang luput dari ketelitiannya adalah perkara cinta. i know…some of us sometimes too sensitive but some of us too busy too get in to it.

Wulan yang sangat mandiri dan supel bisa dengan cepat beradaptasi di lingkungan baru di kampusnya, dan bersahabat dengan Jack, mahasiswa pendatang dari negri tetangga, Singapore. Kekonyolan dan salah paham bukan hal baru dalam persahabatan mereka mengingat perbedaan budaya dan adat dari mana mereka berasal.

Jack yang selalu tertib dan rapi pun akhirnya terkontaminasi dengan kebiasaan Wulan yang slengekan meski sebenarnya dia cukup teliti. Karena seringnya mereka bersama, share some stories, share back pack when they were hiking, that’s make them looked like a couple sometimes, but enemylike in another time, just when they’re debating some topics. Seperti saat ini ketika mereka sedang berdebat tentang kenapa bulan sabit itu nampak muncul dari pinggir semakin ke tengah then full moon? Kenapa nggak dari segaris di tengah kemudian melebar ke samping dan terus ke samping then full moon?

“Aku suka banget bulan sabit” kata Wulan suatu malam ketika mereka berada di puncak gunung Sumbing. Puncak ke sekian yang mereka pernah daki bersama. Kadang bersama rombongan besar, kadang hanya ber-empat dengan kedua sahabat mereka yang lain; Satria dan Ringgo.

Jack menimpali dengan santai gumaman Wulan ” kalo suka, tembak aja..”

“Heh..!!! gak romantis sama sekali jadi cowok..!!!” Wulan dibuat bersungut-sungut karena Jack sudah merusak khayalannya.

“hahahahahaha…” Jack tertawa merdeka setiap kali melakukan itu, dan tawa itu yang selalu membuat Wulan tersenyum sendiri ketika mengingatnya.

“Eh jack, kayaknya aku masih butuh beberapa sampel lagi deh” kata Wulan menghentikan tawa nya.

“Ya kan masih ada banyak waktu besok, kita bisa kliling lagi sebelah situ” Jack menunjuk ke sebuah punggungan yang belum mereka explore.

” But we’ve been here for a week, im just worrying about the samples we had before, i think i better check ‘em now” Wulan beranjak dari matras tempat mereka berdua berbaring memandang langit dan bulan sabit, tapi Jack meraih lengannya dan itu menghentikan langkah dan juga detak jantungnya beberapa detik.

“Besok aja” kaata Jack dan seperti sedang dihipnotis Wulan pun kembali duduk kemudian menyandarkan kedua tangannya ke belakang, menopang badannya sendiri. Dan mereka terlibat percakapan dengan hati dan pikiran mereka masing-masing.

Dalam hati Wulan bersorak gembira bisa menikmati bulan sabit bersama seorang jack. Meskipun kendala bahasa sering membuat mereka tertawa sampai menangis karena saking konyolnya pemahaman mereka pada kata-kata yang asing di telinga mereka masing-masing. Tapi bersama Jack hanya dalam diam seperti ini, itu begitu menenangkannya. Wulan bahkan nggakmau mengingat kalo Jack punya seorang pacar yang tinggal di Jakarta; namanya Aida, cewek manis yang manja dan selalu jadi hot babe di lingkungan pergaulannya; di saat yang sama ketika Jack terlalu sibuk dengan dunianya; dunia tanah; mereka menyebutnya. Gairah mereka pada gunung berapi telah menuntun mereka ke banyak puncak gunung di negri ini.

Beberapa menit mereka dalam keheningan, ketika kemudian dua sahabatnya menyusul dengan kegaduhan yang mereka timbulkan. Mereka selalu terlambat mengucap “ups” ketika mereka merusak suasana. Ketika suasana sudah heboh barulah mereka sadar kalo sedang mengacaukan sebuah drama. Ya.. drama tentang seorang gadis yang selalu memandang bulan, namun nggak pernah berani terbang meraihnya. Dia yang nggak pernah berani menanggalkan jangkar pemberat yang menggelayut di kaki nya kemudian mengembangkan sayapnya dan terbang menuju bulan nya. She’s just have to wake up then walk.

Satrio dan Ringgo menyadari dan menyaksikan setiap perubahan yang terjadi pada Wulan, bahkan ketika Wulan sedang sangat sedih karena Jack bertunangan dengan Aida, mereka berdua lah yang selalu menemaninya menangis. Satu hal yang selalu Wulan tekankan pada mereka berdua, do not ever tell Jack about her feeling, don’t even think to do that. Di balik kekonyolan mereka, mereka selalu menghormati apapun keputusan yang diambil oleh sahabatnya itu, pun ketika Wulan bersikeras untuk cukup memendam perasaannya kepada Jack, mereka berdua sangat memahami itu. Banyak hal yang memang mampu kita simpan sendiri, hanya cukup kita dan Tuhan yang tau, tapi ada hal-hal yang seharusnya kita share or even let it blow to let our heart beats in a hot temper adrenaline.

Sensasi ketika kita mengungkapkan sesuatu yang slama ini slalu kita berusaha tutupi karena kita takut dengan resiko terluka, yang membuat jantung kita berdegup lebih cepat dari 100 detak per menit, sensasi itulah yang membuat kita sadar bahwa kita hidup di bumi, tempat kita berpijak dan memandang bulan di angkasa sana. Tempat di mana kita akan tersenyum ketika meneguk secangkir kopi di pagi hari dan menghisap sebatang rokok sambil melihat kekasih yang masih terlelap di balik selimut. Tempat kita akan mengumpat ketika tersandung batu yang membuat kamera kita jatuh terantuk batang pohon di tepi jurang. Tempat kita tertawa ketika hanya sedang membaca komik. Tempat kita akan menangis ketika kita melihat seseorang yang kita cintai terluka tanpa mampu berbuat apapun. Yes, we are living in the same earth. Tempat di mana kita mungkin akan tertawa, menangis, tersenyum dan mengumpat. Planet yang sama di mana kita memandang bulan yang sama. Bulan sabit. Bulan yang tersenyum.

sumber gambar dari : http://kindofsoul.blogspot.com/2011/07/gambar-kreatif-dengan-bulan-memeluk.html

 
 
A story by request from my dearest best friend.
surabaya, 16 oktober 2011.
fatimah.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.